Bitcoin Tergelincir Setelah Pemutusan Koneksi AS, Perhatikan Pemicunya

admin.aiotrade 14 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Bitcoin Tergelincir Setelah Pemutusan Koneksi AS, Perhatikan Pemicunya

Kondisi Pasar Aset Kripto yang Tertekan

Pasar aset kripto kembali mengalami tekanan setelah harga Bitcoin (BTC) turun di bawah level support sekitar US$96.000. Penurunan ini terjadi meskipun pemerintah Amerika Serikat telah kembali beroperasi setelah Presiden Donald Trump menandatangani rancangan anggaran yang mengakhiri shutdown selama 43 hari pada Rabu malam (13/11/2025). Shutdown terpanjang dalam sejarah AS ini juga memulihkan pendanaan federal hingga 30 Januari 2026.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dengan kembalinya pemerintahan berjalan penuh, lembaga-lembaga kunci dalam ekosistem kripto seperti Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dapat melanjutkan agenda regulasi mereka. Namun, berbeda dari ekspektasi, pasar kripto justru bergerak datar. Bitcoin tetap tertekan, sementara dampak dari shutdown masih terasa, terutama terkait penundaan rilis data penting seperti Consumer Price Index (CPI) dan laporan pekerjaan Oktober 2025.

Sentimen Inflasi Masih Menghantui

Sentimen inflasi belum mereda. Data terbaru menunjukkan bahwa inflasi tahunan AS naik menjadi 3% pada September 2025, yang merupakan angka tertinggi sejak Januari, sedikit di bawah perkiraan pasar sebesar 3,1%. Karena data terbaru tertunda, angka CPI September menjadi acuan penting bagi The Fed dalam mengukur tekanan harga.

Di sisi lain, fokus pasar kini mulai bergeser menuju kepastian regulasi. Dengan SEC dan CFTC kembali aktif, proses persetujuan ETF kripto dan pembahasan regulasi stablecoin kembali bergerak. Kejelasan regulasi menjadi harapan baru bagi perkembangan industri kripto, meskipun tekanan inflasi dan ketidakpastian suku bunga tetap membayangi.

Perkembangan Regulasi dan Perspektif Investor

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menyampaikan bahwa fluktuasi harga saat ini harus dilihat sebagai konsolidasi pasar menuju fase pematangan. Selebihnya, ketidakpastian kebijakan suku bunga masih menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan harga Bitcoin.

“Kebijakan suku bunga The Fed memiliki imbas terhadap pergerakan harga Bitcoin. Selain itu, selama arah kebijakan masih belum pasti, volatilitas pasar akan tetap tinggi karena investor cenderung menunggu kejelasan sebelum kembali masuk,” ujar Antony dalam keterangannya, Jumat (14/11/2025).

Ia menambahkan bahwa sinyal pemangkasan suku bunga di bulan Desember nantinya bisa menjadi titik balik penting, sebab perubahan arah kebijakan moneter berpotensi membuka ruang pemulihan harga di pasar kripto global.

Dinamika Pasar di Era Ketidakpastian Global

Selain itu, di tengah tekanan jangka pendek ini, Antony menegaskan bahwa pergerakan harga yang terjadi saat ini merupakan bagian dari dinamika pasar aset digital di era ketidakpastian global.

“Penurunan harga Bitcoin di bawah US$100.000 dipengaruhi oleh beberapa faktor makro yang bersifat eksternal. Dengan berakhirnya shutdown dan operasional regulator kembali berjalan, pasar memiliki ruang untuk menata ulang arah dalam beberapa minggu ke depan,” jelas Antony.

Ia menjelaskan bahwa volatilitas saat ini tidak perlu disikapi dengan kepanikan.

“Seluruh investor bisa tetap tenang dan fokus pada prinsip manajemen risiko. Koreksi semacam ini adalah bagian dari mekanisme pasar, dan setiap investor perlu meninjau kembali strategi investasi jangka panjang sesuai profil risiko masing-masing,” tambahnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan