
Kekhawatiran Pasar Memicu Penurunan Harga Mata Uang Kripto
Harga mata uang kripto kembali mengalami penurunan, dengan Bitcoin yang jatuh di bawah ambang batas US$ 90.000. Situasi ini menunjukkan adanya ketidakpastian dalam pasar keuangan global. Penurunan ini terjadi setelah munculnya kekhawatiran baru mengenai keuntungan dari pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang berdampak pada saham teknologi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Perkembangan ini disebabkan oleh prospek laba dan pendapatan perusahaan cloud Amerika Serikat (AS), Oracle, yang tidak sesuai dengan harapan. Selain itu, para eksekutif perusahaan tersebut juga mengisyaratkan bahwa pengeluaran untuk infrastruktur AI akan meningkat. Hal ini menjadi tanda bahwa investasi dalam bidang AI belum memberikan keuntungan secepat yang diharapkan oleh investor.
Pada hari Kamis (11/12/2025) pukul 12.30 WIB, harga Bitcoin turun sebesar 2,5% menjadi US$ 90.056,24. Sementara itu, ether juga mengalami penurunan sebesar 4,3% menjadi US$ 3.196,62. Penurunan ini menghapus keuntungan yang sebelumnya diraih selama dua hari terakhir, serta memperpanjang tren pelemahan yang dimulai pada sesi perdagangan AS pada hari Rabu setelah Federal Reserve memangkas suku bunga.
Saham-saham di Asia juga mengalami penurunan, sementara futures menunjukkan pembukaan yang lebih rendah di Eropa dan Amerika Serikat. Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen pasar sedang memburuk, terutama setelah adanya isu-isu negatif mengenai kinerja perusahaan teknologi.
"Yang kita lihat tadi malam adalah meskipun aset berisiko berkinerja baik, kripto tampaknya tidak tertarik," kata Tony Sycamore, analis pasar di IG di Sydney. Ia menambahkan bahwa ruang kripto membutuhkan bukti yang lebih meyakinkan bahwa penurunan tajam yang terjadi pada aksi jual 10 Oktober telah selesai. Namun, saat ini tampaknya hal tersebut belum terjadi.
Prediksi Perusahaan Keuangan Terhadap Harga Bitcoin
Standard Chartered, sebuah perusahaan keuangan ternama, pada hari Selasa memangkas ekspektasinya bahwa Bitcoin akan mencapai US$ 200.000 pada akhir tahun 2025. Perusahaan ini kini menurunkan perkiraannya menjadi US$ 100.000.
Geoff Kendrick, kepala riset aset digital global di Standard Chartered, menyatakan bahwa pembelian oleh perusahaan pengelola aset digital Bitcoin kemungkinan sudah berakhir. Menurutnya, kenaikan harga Bitcoin di masa depan secara efektif hanya akan didorong oleh satu faktor saja — pembelian ETF.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pasar Kripto
Beberapa faktor utama yang memengaruhi pasar kripto saat ini antara lain:
- Kekhawatiran terhadap keuntungan AI: Pengeluaran infrastruktur AI yang meningkat tetapi belum memberikan keuntungan secepat yang diharapkan.
- Performa saham teknologi: Penurunan kinerja saham perusahaan teknologi seperti Oracle memicu kekhawatiran pasar.
- Perubahan kebijakan moneter: Pengurangan suku bunga oleh Federal Reserve memengaruhi sentimen pasar global.
- Perubahan prediksi dari lembaga keuangan: Standar Chartered mengubah prediksi harga Bitcoin, yang menunjukkan ketidakpastian di pasar kripto.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meskipun saat ini pasar kripto sedang menghadapi tantangan, ada peluang di masa depan jika kondisi ekonomi membaik dan kepercayaan investor kembali pulih. Namun, sampai saat ini, situasi masih sangat volatil dan rentan terhadap perubahan.
Dengan semua faktor yang berdampak pada harga kripto, investor harus tetap waspada dan memantau perkembangan pasar secara berkala. Mereka juga perlu mempertimbangkan strategi investasi yang tepat agar dapat menghadapi fluktuasi harga yang tinggi.