Biznet Tingkatkan Kompetitif Indonesia dengan Peningkatan Bandwidth

admin.aiotrade 01 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Biznet Tingkatkan Kompetitif Indonesia dengan Peningkatan Bandwidth
Biznet Tingkatkan Kompetitif Indonesia dengan Peningkatan Bandwidth

Biznet Memasuki Usia 25 Tahun dengan Komitmen Mengurangi Kesenjangan Digital

Biznet, salah satu penyedia layanan internet terkemuka di Indonesia, telah resmi memasuki usia 25 tahun. Selama dua dekade lebih, perusahaan ini telah menunjukkan komitmennya untuk mengurangi kesenjangan digital di berbagai daerah di Indonesia. Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo, menjelaskan bahwa Biznet terus membangun infrastruktur jaringan hingga ke pelosok, termasuk melalui proyek Biznet Nusantara Cable System-1 (BNCS-1) dan BNCS-2 yang merupakan jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan antarpulau.

“Memang telah menjadi komitmen kami selama 25 tahun ini menjadi sebuah provider internet yang menekan digital gap atau kesenjangan digital di Indonesia,” ujar Adrianto saat konferensi pers 25 Tahun Biznet di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pembangunan Infrastruktur Jaringan

Pembangunan kabel bawah laut BNCS-1 menjadi awal dari perluasan jaringan Biznet. Infrastruktur tersebut kini menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera sebagai jalur koneksi utama. Adrianto menjelaskan bahwa kabel bawah laut BNCS-1 telah menghubungkan jaringan internet di beberapa pulau di Indonesia, termasuk Jawa dan Sumatera.

Saat ini, Biznet tengah membangun BNCS-2 yang ditargetkan selesai pada tahun depan. Kabel ini akan memperluas konektivitas hingga Pulau Kalimantan dan Sulawesi, bukan hanya Jawa dan Sumatera. Menurut Adrianto, pemerataan bandwidth merupakan tantangan besar yang harus dihadapi. Biznet berupaya menghadirkan koneksi stabil dengan dukungan infrastruktur andal.

Jangkauan Layanan yang Luas

Saat ini, Biznet telah menghubungkan lebih dari 185 kota melalui jaringan fiber optik yang menjangkau berbagai pulau, mulai dari Jawa, Bali, Sumatera, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi, Lombok, hingga Flores. Adrianto menyebut internet kini tidak lagi sebatas fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan utama masyarakat. Konektivitas bahkan menopang mata pencaharian di berbagai sektor ekonomi.

Dalam 25 tahun perjalanannya, Biznet telah membangun lebih dari 100 ribu kilometer kabel fiber optik. Infrastruktur itu mencakup tiga juta homepass yang siap terkoneksi dengan internet cepat. Layanan Biznet juga mencakup beragam segmen, mulai dari B2B hingga B2C, yang menjangkau perusahaan, UMKM, hingga rumah tangga.

Fokus pada Industri Pariwisata dan Segmen Rumah Tangga

Segmen industri pariwisata menjadi salah satu fokus layanan Biznet. Adrianto menyebut permintaan tinggi dari sektor ini mendorong perusahaan memperkuat layanan hospitality. “Secara segmentasi, kami juga paham industri pariwisata di Indonesia cukup tinggi, sehingga banyak dibutuhkan layanan untuk segmentasi hospitality,” lanjutnya.

Selain itu, segmen rumah tangga menjadi salah satu yang paling meningkat sejak pandemi. Kebiasaan bekerja dan belajar dari rumah membuat permintaan layanan internet melonjak tajam. “Yang terakhir, yang memang boleh dibilang sangat meningkat penggunanya semenjak era pandemi kemarin, ada di business home,” sambung Adrianto.

Visi Masa Depan Biznet

Adrianto menegaskan bahwa Biznet tidak hanya berfokus pada perluasan konektivitas nasional. Perusahaan juga ingin membawa Indonesia bersaing dengan negara Asia Tenggara lain dari sisi bandwidth. “Kami tidak hanya ingin sekadar menyempurnakan konektivitas Indonesia, tapi juga bisa membuat Indonesia memiliki bandwidth yang besar se-Asia Tenggara,” ungkapnya.

Ia menambahkan, konektivitas di Indonesia kini telah bergerak dari kapasitas rendah ke bandwidth besar. Standar layanan internet diharapkan dapat mendekati level Singapura. “Jadi kami melihat bukan hanya bandwidth yang 10 atau 20 Mb lagi yang ada di Indonesia, tapi sudah minimum di 100, bahkan sampai dengan Singapura yang saat ini sudah 1 Gb sampai dengan 10 Gb,” lanjutnya.

Dengan kapasitas bandwidth besar, Adrianto optimistis masyarakat akan semakin produktif. Internet yang stabil juga diharapkan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. “Koneksi internet bukan lagi menjadi batasan buat masyarakat. Harapannya, dengan bandwidth besar ini masyarakat Indonesia bisa lebih produktif, kreatif, bahkan bersaing di dunia internasional,” kata Adrianto.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan