
Pasar kripto sedang mengalami penurunan yang sangat tajam. Harga Bitcoin (BTC) dan sebagian besar altcoin mengalami penurunan signifikan dalam dua hari terakhir, yang memicu salah satu peristiwa likuidasi terbesar dalam sejarah pasar kripto. Kejatuhan ini tidak hanya terjadi pada aset kripto, tetapi juga memengaruhi indeks saham utama Amerika Serikat seperti S&P 500.
Menurut analis kripto ternama, Sulianto Indria Putra, penyebab utama dari kejatuhan pasar ini adalah peristiwa "angsa hitam" atau black swan dari ranah geopolitik. Dalam siaran langsung di kanal YouTube-nya pada Sabtu (11/10/2025), Sulianto menjelaskan bahwa anjloknya pasar dipicu oleh pengumuman mengejutkan dari Donald Trump.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kenapa market itu drop? Karena Donald Trump baru saja menambahkan tarif 100% ke China. Ini menambah ketidakpastian ke dalam pasar,” ujarnya. Langkah ini membuat investor panik dan melarikan diri dari aset berisiko, sehingga menyebabkan harga Bitcoin (BTC to USD) turun sekitar 17% dan memicu likuidasi lebih dari $10 miliar di pasar derivatif kripto.
Analisis Sulianto: Level Kunci Bitcoin yang Wajib Dipantau
Di tengah kepanikan pasar, Sulianto memberikan analisis teknikalnya dan level-level krusial yang harus diperhatikan oleh para investor. Berikut adalah level support dan resistance kunci:
- Level Support Kunci:
- $111.000
- $108.000
-
$101.000 (Support paling krusial)
-
Level Resistance Kunci:
- $117.000
- $122.000
Sulianto menjelaskan bahwa ada potensi bagi Bitcoin untuk melakukan retest ke area $117.000, bukan recover (pemulihan). Ia menekankan bahwa ini bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan shorting atau menjual secara panik.
Waktunya Beli atau Jual? Ini Kata Sulianto
Sulianto menyarankan para investor untuk tidak panik dan justru melihat situasi ini sebagai peluang. Ia menentang aksi jual panik atau shorting di level saat ini karena rasio risiko dan imbalan sudah tidak menarik.
Sebaliknya, ia melihat ini sebagai kesempatan untuk mulai melakukan akumulasi atau Dollar Cost Averaging (DCA). “Menurut saya, tidak ada yang salah jika mulai membeli sekarang atau melakukan akumulasi di area support yang telah saya tunjuk,” katanya dengan tegas.
Ia percaya bahwa tren besar bull market belum berakhir. Hal ini didasarkan pada indikator "Bull Market Peak Signals" dari CoinGlass yang masih menunjukkan angka 100%.
Perlu Diingat
Kejatuhan pasar akibat faktor eksternal seperti ini seringkali mengejutkan. Namun, bagi para investor jangka panjang, momen seperti ini sering kali dianggap sebagai kesempatan untuk mengakumulasi aset di harga yang lebih murah.
Disclaimer
Investasi aset kripto memiliki risiko yang sangat tinggi. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset Anda sendiri (DYOR).