Blak-blakan: Mengungkap Alasan WNI Berobat ke Luar Negeri

admin.aiotrade 03 Sep 2025 3 menit 15x dilihat
Blak-blakan: Mengungkap Alasan WNI Berobat ke Luar Negeri
Featured Image

Tren Warga Indonesia Berobat ke Luar Negeri: Masalah yang Perlu Diperhatikan

Tren masyarakat Indonesia yang semakin banyak memilih berobat ke luar negeri, terutama ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, menjadi perhatian serius bagi dunia kesehatan nasional. Meskipun tidak selalu berarti layanan kesehatan dalam negeri buruk, situasi ini menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang perlu dievaluasi.

Menurut Wakil Ketua I Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PP PAPDI) Sukamto Koesnoe, beberapa alasan membuat warga memilih berobat ke luar negeri. Hal ini bisa disebabkan oleh biaya yang lebih murah, antrean yang panjang, hingga jumlah pasien yang terlalu banyak dalam satu rumah sakit. "Itu saya kira one stop service, persoalan yang memang harus diselesaikan oleh manajemen rumah sakit," ujarnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Namun, ia tidak merasa keberatan dengan fenomena ini. Menurutnya, selama rumah sakit masih ramai pengunjung, itu berarti tidak kekurangan pasien. "Sebetulnya buat kami, kami kan masih kewalahan, jadi doa saya itu malah kalau ada ya Allah jangan banyak-banyak pasien, supaya kita bisa komunikasi lebih banyak sehingga pelayanan menjadi maksimal," tambahnya.

Selain itu, ia mengimbau agar pemerintah membuat regulasi yang mendukung akses teknologi kesehatan yang lebih mudah dan murah. Misalnya, barang-barang yang dianggap memiliki pajak tinggi menyebabkan harga alat medis menjadi mahal. Di negara seperti Malaysia, pemeriksaan laboratorium bisa lebih murah karena adanya kebijakan yang lebih baik.

Kualitas Tenaga Kesehatan di Indonesia Tidak Kalah

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia juga menegaskan bahwa tren ini tidak mencerminkan bahwa kualitas layanan kesehatan dalam negeri buruk. Ia menekankan bahwa tenaga kesehatan di Indonesia tidak kalah dengan yang ada di luar negeri. "Saya berani menjamin, kualitas dokter dan Nakes kita tidak kalah dengan yang ada di luar negeri," tegasnya.

Ia menyoroti lingkungan kesehatan dari segi kelengkapan alat, fasilitas rumah sakit, sistem, hingga kesejahteraan tenaga kesehatan. "Kesejahteraan ini sebenarnya pangkal semua masalah. Jika disamakan dengan rumah sakit luar negeri, saya tegas menjamin kualitas dokter-dokter di Indonesia tidak kalah," imbuhnya.

Masalah dalam Sistem BPJS Kesehatan

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Sutrisno, menyoroti sistem BPJS Kesehatan di Indonesia. Ia mencontohkan bagaimana pasien kaya yang menggunakan BPJS di rumah sakit tipe A menghadapi pembatasan tindakan medis. Padahal, mereka rutin membayar iuran setiap bulan. Akibatnya, banyak hal penting secara ilmu kedokteran tidak bisa dilakukan karena plafon klaim BPJS.

"Kalau pasien datang ke Penang, Malaysia dan mengatakan 'I will pay all from my pocket', maka rumah sakit tersebut memberikan pelayanan terbaik," ujarnya. Ia menegaskan bahwa banyak orang Indonesia yang berobat ke luar negeri, namun ketika uang habis, mereka kembali ke Indonesia menggunakan BPJS.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah membuat regulasi yang memungkinkan BPJS Kesehatan memberi peluang seluas-luasnya bagi rumah sakit dan fasilitas kesehatan melayani pasien di luar plafon. Dengan begitu, kualitas layanan dapat meningkat.

Kenaikan Klaim BPJS Kesehatan

Klaim BPJS Kesehatan juga perlu ditingkatkan. Saat ini, hanya layanan dasar yang dicover dengan kualitas standar. Jika klaimnya diperbaiki, rumah sakit akan memiliki kelonggaran untuk memberikan layanan primer yang lebih baik. "Jangan memaksakan semua jenis penyakit di-cover BPJS, karena bagaimana bisa memberikan ring jantung bagus dengan harga murah? bagaimana kemoterapi bagus dengan harga murah? saya kira hukum ekonomi itu berlaku di mana saja," pungkasnya.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan