Bluechip LQ45 Diperkirakan Naik Lagi pada 2026 Gantikan Tren Saham Pemula

admin.aiotrade 30 Des 2025 2 menit 14x dilihat
Bluechip LQ45 Diperkirakan Naik Lagi pada 2026 Gantikan Tren Saham Pemula


aiotrade, JAKARTA – Indeks LQ45, yang terdiri dari saham-saham blue chips, sepanjang tahun ini jauh tertinggal dibandingkan pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mencapai lebih dari 20% year to date. Meskipun IHSG tumbuh pesat, tren ini didominasi oleh saham-saham lapis dua dan tiga. Namun, prediksi untuk tahun 2026 menunjukkan kemungkinan perubahan arah.

Menurut Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, lonjakan IHSG sepanjang tahun ini didorong oleh sejumlah emiten big caps dalam grup tertentu dengan free float yang tipis. Hal ini membuat mereka mudah dikendalikan atau diatur oleh pemain besar. Sementara itu, saham-saham konstituen LQ45 mengalami stagnasi karena narasi old economy dan sentimen asing yang masih wait and see.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Pada 2026 bisa jadi tahun pembalikan arah. Valuasi LQ45 saat ini sudah murah, sedangkan saham-saham lapis dua dan tiga sudah mengalami bubble (naik terlalu pesat dan berpotensi koreksi),” ujarnya.

Proyeksi ini juga didukung oleh pelonggaran moneter suku bunga acuan Bank Indonesia maupun The Fed. Dalam kondisi ini, investor asing diprediksi akan masuk ke pasar modal melalui saham-saham LQ45, seperti sektor perbankan maupun telekomunikasi, karena membutuhkan likuiditas.

Dari sisi risiko pasar, jika bubble saham-saham tier dua dan tiga pecah, hal ini dapat menyebabkan panic selling yang menyeret sentimen pasar ke arah negatif. Oleh karena itu, langkah-langkah pemerintah dan regulator menjadi penting untuk menjaga stabilitas pasar.

Wafi menilai upaya penguatan pasar, seperti kebijakan free float hingga demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dapat membantu mencegah praktik goreng saham. “Sejauh ini, saham gampang digoreng karena free float kecil. Dengan float besar, manipulasi jadi mahal dan susah. Sementara itu, demutualisasi juga bikin pengawasan lebih ketat. Jangka pendek mungkin pasar akan volatil, tapi jangka panjang bisa menjadi fondasi agar IHSG juga pasar efisien dan investable di mata global,” tambahnya.

Berdasarkan statistik BEI per penutupan pasar Senin (29/12/2025), IHSG menunjukkan pertumbuhan 22,10% year to date. Namun, saham-saham blue chips seperti indeks LQ45 hanya meningkat 3,07%, sementara IDX30 hanya menguat 3,76% sejak awal tahun.

Di sisi lain, indeks SMC Composite melejit 55,42% YtD, sedangkan indeks SMC Liquid meningkat 17,84%. Ketimpangan serupa juga terlihat dari sisi papan pencatatan. Main Board hanya naik 12,22% YtD, sedangkan Development Board dan Acceleration Board melonjak lebih dari 100%, masing-masing 112,24% YtD dan 156,32% YtD.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan