BMKG: Bahaya Gelombang Laut Mengancam Pelayaran NTT 3 Hari Mendatang

BMKG: Bahaya Gelombang Laut Mengancam Pelayaran NTT 3 Hari Mendatang
BMKG: Bahaya Gelombang Laut Mengancam Pelayaran NTT 3 Hari Mendatang

Peringatan BMKG Mengenai Gelombang Laut di Wilayah NTT

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan mengenai risiko gelombang laut yang dapat memengaruhi aktivitas pelayaran di Perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tiga hari ke depan, yaitu 20 hingga 23 April 2026. Peringatan ini disampaikan melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Edo Juan Alfian menjelaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah NTT dipengaruhi oleh adanya Sirkulasi Siklonik di sebelah timur laut NTT. Keberadaan pusat sirkulasi siklonik ini memicu terbentuknya daerah belokan, pertemuan, serta perlambatan angin yang berpotensi meningkatkan intensitas hujan di beberapa wilayah.

Pola angin di NTT umumnya bergerak dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di beberapa perairan strategis yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang, ujar Edo kepada Kompas.com, Minggu malam.

Wilayah yang terpantau memiliki kecepatan angin lebih tinggi antara lain Selat Sape, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, hingga perairan selatan TimorRote. Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai keberadaan awan Cumulonimbus yang dapat memicu perubahan cuaca secara tiba-tiba, termasuk peningkatan gelombang dan perubahan arah angin secara signifikan.

Prakiraan Tinggi Gelombang Laut

Selama periode 2023 April 2026, gelombang laut kategori sedang dengan tinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan. Pada 2021 April, gelombang sedang berpotensi terjadi di:

  • Selat Sape bagian selatan
  • Selat Sumba bagian barat
  • Laut Sawu
  • Perairan selatan Sumba, SabuRaijua
  • Utara KupangRote
  • Selat Pukuafu
  • Hingga selatan TimorRote

Kondisi serupa berlanjut pada 2122 April, meski dengan sedikit pengurangan wilayah terdampak. Sementara itu, pada 2223 April, cakupan wilayah gelombang sedang meluas hingga:

  • Selat FloresLamakera
  • Selat Pantar
  • Perairan Taman Nasional Komodo

Gelombang Tinggi Berpotensi Muncul Terbatas

Edo menyebut bahwa untuk kategori gelombang tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 3 meter relatif terbatas. Gelombang tinggi diprakirakan hanya terjadi pada 2223 April di wilayah Selat Sumba bagian barat. Sementara pada periode sebelumnya tidak terpantau adanya gelombang tinggi, jelasnya.

BMKG mengimbau para nelayan, operator kapal, serta masyarakat pesisir untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca dan tinggi gelombang sebelum beraktivitas di laut. Dengan informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.