
JAKARTA, aiotrade.app - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir (rob) yang dapat terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Peringatan ini berlaku untuk periode 17 Oktober hingga 4 November 2025.
Pihak BMKG bilang, peningkatan tinggi muka air laut ini berkaitan erat dengan fenomena fase Bulan Baru yang diprediksi terjadi pada 21 Oktober 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kombinasi fase bulan ini dan kondisi pasang surut laut diperkirakan akan menyebabkan peningkatan maksimum air laut di sejumlah wilayah pesisir.
Berdasarkan data yang diunggah oleh BMKG di laman resminya Instagram @infobmkg, wilayah-wilayah pesisir berikut ini memiliki potensi terdampak banjir rob.
Dampak yang terjadi tidak hanya berupa genangan air laut, namun juga mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah pelabuhan dan pesisir.
Aktivitas yang paling berpotensi terganggu antara lain bongkar muat di pelabuhan, kegiatan perikanan darat, tambak garam, hingga kehidupan di permukiman pesisir.
Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar pesisir dihimbau untuk tetap waspada dan siaga terhadap kemungkinan terjadinya banjir rob, serta terus memperhatikan informasi dan pembaruan cuaca maritim dari BMKG.
Wilayah Pesisir Berpotensi Terdampak Rob:
- Pesisir Sumatra Utara
- Pesisir Kepulauan Bangka Belitung
- Pesisir Lampung
- Pesisir Banten
- Pesisir Jakarta
- Pesisir Jawa Barat
- Pesisir Jawa Tengah
- Pesisir Jawa Timur
- Pesisir Bali
- Pesisir Nusa Tenggara Timur
- Pesisir Kalimantan Utara
- Kalimantan Tengah
- Pesisir Kalimantan Selatan
- Pesisir Sulawesi Utara
- Pesisir Maluku
Masyarakat di daerah-daerah tersebut diimbau untuk mengambil langkah antisipatif sejak dini, termasuk mengamankan barang-barang penting, memperhatikan jalur evakuasi, dan tidak melakukan aktivitas laut saat kondisi gelombang tinggi.