
Masa Peralihan Musim Menyebabkan Cuaca Ekstrem di Indonesia
Masa peralihan dari musim kemarau ke musik penghujan di wilayah Indonesia bisa memicu terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang. Dalam ramalan cuaca yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (21/01/2025) hari ini diprediksi akan diguyur hujan mulai intensitas ringan hingga lebat. Bahkan di beberapa daerah, hujan berpotensi turun sangat lebat dan dapat memicu terjadinya cuaca ekstrem.
BMKG mengimbau kepada warga yang berada di wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah hujan di Indonesia diperkirakan terjadi selama sepekan kedepan. Hal ini disebabkan karena fenomena global, regional, dan lokal yang mendukung pembentukan awan konvektif sehingga menyebabkan hujan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Di skala global, indikator Dipole Mode Index saat ini menunjukkan nilai negatif sehingga mengindikasikan peningkatan suplai uap air sehingga mendukung pembentukan awan hujan. Selain itu, aktivitas gelombang Rossby Ekuator dan gelombang Kelvin juga menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia.
Adapun fenomena lain yang juga memengaruhi cuaca di Indonesia adalah kemunculan Bibit Siklon Tropis 96W. "Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon tropis/sirkulasi siklonik," tulis BMKG. Bibit Siklon Tropis 96W terpantau berada di wilayah Samudra Pasifik timur Filipina hingga Maluku Utara dan Papua.
Wilayah yang Berpotensi Hujan Sedang Hingga Lebat
Berikut daftar wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Bengkulu
- Lampung
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Tengah
- Bali
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku Utara
- Maluku
- Papua Barat Daya
- Papua Barat
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
- Papua
Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat
Berikut daftar wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat:
- Jawa Barat: Bogor, Karawang, Purwakarta, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar
- Daerah Istimewa Yogyakarta: Kota Yogyakarta, Kab Kulon Progo, Sleman, Gunungkidul
- Jawa Timur: Kab. Ngawi, Kab. Magetan, Kab. Madiun, Kab. Ponorogo, Kab. Nganjuk, Kab. Trenggalek, Kab. Tuban, Kab. Tulungagung, Kab. Kediri, Kab. Bojonegoro, Kab. Jombang, Kab. Malang, Kab. Probolinggo, Kab. Jember, Kab Lumajang, dan Kab Pacitan
- Nusa Tenggara Barat: Gunungsari, Lingsar, Narmada, Brang Rea
- Kalimantan Barat: Ketapang, Sanggau
- Kalimantan Tengah: Kapuas, Pulang Pisau, Katingan
- Kalimantan Timur: Mahakam Ulu, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kutai Barat
- Kalimantan Selatan: Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, Tanah Laut
- Sulawesi Barat: Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju Tengah
Peringatan Cuaca Ekstrem
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem. Masyarakat diminta untuk memperhatikan informasi cuaca secara berkala dan menjaga keselamatan diri serta keluarga. Beberapa langkah pencegahan seperti menghindari daerah rawan banjir, memastikan keamanan bangunan, dan mempersiapkan alat-alat darurat bisa menjadi langkah efektif dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Dengan adanya informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang terjadi di Indonesia.