BMKG Peringatkan Siklon 95S, 93S, dan Bakung Saat Libur Nataru, Apa Itu?

admin.aiotrade 16 Des 2025 4 menit 26x dilihat
BMKG Peringatkan Siklon 95S, 93S, dan Bakung Saat Libur Nataru, Apa Itu?

BMKG Mewaspadai Dampak Tiga Sistem Cuaca Ekstrem Jelang Libur Nataru

BMKG atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan peringatan terkait keberadaan tiga sistem cuaca ekstrem yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca dan perairan di Indonesia menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ketiga sistem tersebut adalah Bibit Siklon Tropis 95S, Bibit Siklon Tropis 93S, serta Siklon Tropis Bakung. Dampak tidak langsung dari ketiga sistem ini dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta gelombang laut tinggi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi. BMKG melalui akun Instagramnya menyampaikan peringatan ini pada Selasa (16/12).

Apa Itu Bibit Siklon 95S dan Bahayanya?

Bibit Siklon Tropis 95S baru terbentuk pada Senin (15/12). BMKG mencatat bahwa bibit siklon ini terpantau di sekitar 8,8°LS – 134,4°BT di wilayah Laut Arafura selatan Kepulauan Aru, Maluku. Kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot atau 37 kilometer per jam, serta tekanan minimum sebesar 1005 hPa.

Meskipun potensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada pada kategori rendah, dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 95S akan terasa di beberapa wilayah Indonesia, antara lain:

  • Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di Maluku bagian Tenggara
  • Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Papua Selatan
  • Gelombang tinggi 1,25 meter sampai 2,5 meter di Laut Arafura, Laut Banda, serta Perairan Kepulauan Kai dan Aru

Apa Itu Bibit Siklon 93S dan Bahayanya?

Bibit Siklon Tropis 93S terbentuk pada 11 Desember. Sistem angin ini terpantau di sekitar 12,8°LS – 113,5°BT sekitar Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot atau 28 kilometer per jam, serta tekanan minimum sebesar 1005 hPa.

Potensi Bibit Siklon Tropis 93S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada pada kategori peluang rendah. Namun, dampak tidak langsung dari sistem ini akan terasa di beberapa wilayah, seperti:

  • Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat
  • Angin kencang berpotensi terjadi di Jawa Timur dan Bali
  • Gelombang tinggi 1,25 meter sampai 2,5 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia selatan Banten hingga Sumba
  • Gelombang tinggi 2,5 meter sampai 4 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB

Pakar klimatologi dari BRIN Erma Yulihastin menyebut bahwa badai yang dihasilkan oleh Siklon Tropis 93S berpotensi menjadi “next Senyar”, penyebab banjir bandang dan longsor di Sumatra. Ia menegaskan bahwa “waspadai next Senyar, yang diperkirakan mendarat di NTT pada 1 – 10 Januari 2026.”

Alasan Siklon Tropis 93S dianggap berbahaya antara lain karena:

  • Bibit badai dapat tumbuh cepat menjadi siklon tropis
  • Bibit siklon yang mendarat di wilayah timur berpotensi membawa hujan ekstrem, angin kencang berjam-jam, gelombang tinggi hingga banjir bandang dan longsor
  • Puncak risiko dari bibit badai Siklon Tropis 93S diperkirakan terjadi pada 11 - 20 Desember, dan bisa berlanjut hingga awal Januari 2026 atau bertepatan dengan libur Natal dan Tahun baru.

Apa Itu Siklon Bakung dan Bahayanya?

Siklon Tropis Bakung berawal dari Bibit Siklon Tropis 91S. Bibit mulai berubah menjadi siklon sejak 12 Desember. Pada hari ini (16/12) pukul 07.00 WIB, Siklon Tropis Bakung terpantau berada di sekitar 10,8°LS – 93,2°BT di Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung. Kecepatan angin maksimum sekitar 40 knot atau 76 kilometer per jam dan tekanan udara minimum 997 hPa atau kategori satu.

BMKG memprediksi bahwa intensitas Siklon Tropis Bakung akan menurun dalam 24 jam ke depan dan menjadi kategori rendah.

Dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Bakung sebagai berikut:

  • Gelombang tinggi 1,25 meter sampai 2,5 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia barat Lampung, dan Selat Sunda bagian Selatan
  • Gelombang tinggi 2,5 meter sampai 4 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Bengkulu

Dampak Bibit Siklon 93S, 95S, dan Bakung ke Libur Nataru

BMKG mencatat beberapa provinsi Indonesia yang mengalami curah hujan sangat lebat dalam tiga hari terakhir, diantaranya di Sumatera Barat (121 mm/hari), Bali (110 mm/hari), dan Riau (106 mm/hari).

Rekapitulasi bencana akibat cuaca ekstrem berupa banjir/genangan, tanah longsor, dan gangguan transportasi yang terjadi dalam sepekan terakhir juga telah dicatat oleh BMKG.

Faktor yang memengaruhi kejadian ini yakni Siklon Tropis Bakung di Samudra Hindia Barat Lampung, Bibit Siklon Tropis 93S di Samudera Hindia selatan Jawa, dan Bibit Siklon Tropis 95S di Perairan Nusa Tenggara Timur.

Ketiga sistem ini memengaruhi pola angin, membentuk daerah konvergensi, dan memicu peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di Sumatera bagian tengah hingga Nusa Tenggara.

Kondisi atmosfer yang masih aktif dan kompleks berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan dan memicu cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir, angin kencang, serta gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

BMKG pun memprediksi cuaca di Indonesia menjelang libur Nataru melalui akun Instagram. Mereka mengimbau masyarakat menjauhi wilayah terbuka, pohon, bangunan dan infrastruktur yang sudah rapuh ketika terjadi hujan yang disertai petir dan/atau angin kencang. Selain itu, mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan