
Potensi Siklon Tropis yang Dapat Mempengaruhi Indonesia pada 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa potensi terjadinya siklon tropis yang berdampak signifikan terhadap Indonesia pada tahun 2026 masih terbuka. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 terdapat dua periode utama pertumbuhan siklon tropis berdasarkan belahan bumi. Di belahan bumi selatan, potensi pertumbuhan siklon berlangsung antara Januari hingga April. Sementara itu, pada periode Juni hingga Desember 2026, potensi pertumbuhan siklon tropis muncul di belahan bumi utara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kemungkinan terjadi siklon tropis yang berdampak besar bagi Indonesia tahun 2026 itu potensinya masih mungkin terjadi,” ujar Guswanto dalam Climate Outlook 2026 yang diikuti secara daring.
Meski demikian, BMKG tidak dapat memastikan jumlah pasti siklon tropis yang akan terjadi. “Ini kami lihat, tapi angka pastinya tidak bisa disebutkan ada dua, tiga, tidak bisa,” tambahnya.
Namun, ia menegaskan bahwa potensi kejadian lebih dari satu siklon tetap ada. “Yang jelas lebih dari satu, karena belajar dari pengalaman sebelumnya ada Seroja dan sebagainya itu terjadi di masa-masa April,” ujarnya.
Dampak yang ditimbulkan, kata Guswanto, sangat bergantung pada kategori atau kekuatan siklon dan jaraknya terhadap wilayah terdampak. Ia kemudian mencontohkan kondisi terkini dengan kemunculan Siklon Tropis Grant.
“Kalau kita lihat saat ini juga lahir Siklon Tropis Grant yang dari 93S. Namun, jaraknya cukup jauh, sekitar 1.000 kilometer barat daya daripada Selat Sunda, sehingga dampaknya lebih kepada peningkatan tinggi gelombang di wilayah Samudra Hindia,” ujarnya.
Perbedaan Prediksi Iklim dan Siklon Tropis
Guswanto juga menegaskan perbedaan karakter prediksi iklim dan siklon tropis. “Iklim itu prediksi jangka panjang. Siklon tropis itu cukup pendek, diprediksi dalam waktu 3 hari sampai sepekan,” kata Sekretaris Utama BMKG itu.
Meski durasinya singkat, pertumbuhan siklon dapat terdeteksi sejak awal. “Misalkan mulai jadi low pressure area, kemudian menjadi bibit siklon tropis dan berkembang menjadi siklon tropis, itu bisa diketahui,” tuturnya.
Menurut dia, siklon tropis memiliki umur yang relatif pendek. “Durasinya itu tidak lebih dari 10 hari, kurang dari 10 hari,” ucapnya. Karena itu, siklon tropis tidak dapat diprediksi dalam skala musiman atau tahunan.
Faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Siklon Tropis
Beberapa faktor penting yang memengaruhi terbentuknya siklon tropis antara lain:
- Suhu permukaan laut yang hangat – Suhu air laut yang tinggi memberikan energi untuk pembentukan siklon.
- Kelembapan udara – Kelembapan yang tinggi memungkinkan pembentukan awan dan curah hujan.
- Pergerakan angin – Perubahan arah angin dapat memicu pembentukan sistem tekanan rendah.
- Kondisi atmosfer – Stabilitas atmosfer yang rendah membantu perkembangan siklon.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman cuaca ekstrem, meskipun prediksi siklon tropis belum sepenuhnya pasti. Dengan memantau informasi dari BMKG secara berkala, masyarakat dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.