
Peringatan Cuaca Ekstrem Hingga 16 November 2025
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem hingga tanggal 16 November 2025. Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang tiba-tiba, seperti hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang. Selain itu, masyarakat diminta untuk menghindari aktivitas di ruang terbuka saat hujan petir serta menjauhi pohon besar dan bangunan yang tidak kokoh.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, dalam siaran persnya pada Senin (10/11/2025), memperkirakan bahwa potensi hujan sedang hingga lebat akan terjadi pada periode 10–12 November 2025. Wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami hujan tersebut antara lain:
- Sebagian besar Sumatra
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- DKI Jakarta
- Daerah Istimewa Yogyakarta
- Bali
- Nusa Tenggara
Sementara itu, potensi hujan lebat hingga sangat lebat (SIAGA) diperkirakan akan terjadi di wilayah berikut:
- Aceh
- Bengkulu
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Sulawesi Barat
- Maluku Utara
- Papua Barat
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
- Papua
- Papua Selatan
- Sumatera Barat
- Nusa Tenggara Barat
- Kalimantan Timur
- Sulawesi Selatan
- Nusa Tenggara Timur
Untuk potensi angin kencang, wilayah yang berisiko adalah:
- Banten
- Bengkulu
- Lampung
- Nusa Tenggara Barat
- Sumatera Barat
Perkembangan Cuaca Pada 13–16 November 2025
Pada periode 13–16 November 2025, potensi hujan dengan kategori lebat hingga sangat lebat (SIAGA) masih akan terjadi di beberapa daerah, yaitu:
- Bengkulu
- Jawa Barat
- Daerah Istimewa Yogyakarta
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Selatan
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
Selain itu, potensi hujan sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah berikut:
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatra Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Lampung
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Tengah
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Utara
- Gorontalo
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Tenggara
- Maluku Utara
- Maluku
- Papua Barat Daya
- Papua Barat
- Papua Tengah
- Papua
Potensi angin kencang juga masih akan terjadi di wilayah berikut:
- Jawa Tengah
- Kalimantan Barat
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Selatan
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Nusa Tenggara Barat
- Bali
- DKI Jakarta
- Banten
Penyebab Cuaca Ekstrem
BMKG menjelaskan bahwa peningkatan intensitas hujan dipicu oleh aktifnya berbagai faktor dinamika atmosfer berskala global, regional, hingga lokal. Gabungan dinamika atmosfer tersebut diprediksi meningkatkan potensi cuaca ekstrem dan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Beberapa faktor utama yang berperan dalam dinamika cuaca periode ini antara lain:
- Siklon Tropis FUNG-WONG
- Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO)
- Gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Ekuator
Faktor-faktor tersebut diprediksi masih aktif di wilayah Indonesia hingga pertengahan November 2025.