
Pergerakan Pemegang Saham PT Bank Mandiri (BMRI) pada Bulan Oktober 2025
Data terbaru mengenai pergerakan pemegang saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menunjukkan adanya aksi jual yang signifikan dari berbagai pihak. Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (RPE) yang dirilis oleh BEI mencatat penurunan jumlah pemegang saham dalam periode bulan Oktober 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Penurunan Jumlah Pemegang Saham
Berdasarkan data RPE, jumlah total pemegang saham BMRI mengalami penurunan tajam selama bulan Oktober 2025. Data ini menunjukkan bahwa sejumlah investor ritel melakukan aksi 'cabut' atau menjual saham mereka.
Pada bulan September 2025, jumlah pemegang saham mencapai 314.226 pihak. Namun, di bulan Oktober 2025, angka tersebut turun menjadi 310.856 pihak. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 3.370 investor ritel yang meninggalkan saham BMRI hanya dalam waktu satu bulan.
Penurunan terbesar berasal dari investor perorangan Indonesia (ritel domestik). Jumlah investor ritel turun dari 311.016 menjadi 307.618. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpastian di kalangan investor ritel terhadap kinerja saham BMRI.
Aksi Jual Investor Asing
Selain investor ritel, investor asing juga tercatat melakukan aksi jual bersih yang cukup besar. Total kepemilikan saham oleh investor asing di BMRI berkurang sekitar 353,57 juta lembar saham.
Data RPE menunjukkan bahwa: - Saham investor asing pada bulan September 2025: 27.655.527.747 lembar - Saham investor asing pada bulan Oktober 2025: 27.301.949.838 lembar
Aksi jual ini didominasi oleh investor institusi asing. Kepemilikan saham mereka turun dari 27,64 miliar lembar menjadi 27,28 miliar lembar. Hal ini menunjukkan bahwa investor asing mulai memperhatikan risiko yang mungkin timbul dari investasi di BMRI.
Stabilitas Pemegang Saham Pengendali
Di tengah aksi jual dari investor ritel dan asing, para pemegang saham pengendali (yang memiliki lebih dari 5% saham) justru tetap stabil. Mereka tidak melakukan perubahan signifikan terhadap kepemilikan saham mereka.
Data BEI per 31 Oktober 2025 menunjukkan bahwa: - PT Danantara Asset Management (Pemerintah RI) tetap memiliki 48.533.333.333 lembar saham atau sebesar 52,00% - Indonesia Investment Authority (INA) tetap memiliki 7.466.666.666 lembar saham atau sebesar 8,00%
Selain itu, jajaran manajemen BMRI seperti direksi dan komisaris juga tercatat stabil dalam kepemilikan saham mereka. Hanya ada sedikit perubahan pada satu direktur, yaitu Danis Subyantoro, yang meningkatkan kepemilikan sahamnya sebanyak 3.784 lembar.
Kesimpulan
Pergerakan pemegang saham BMRI pada bulan Oktober 2025 menunjukkan adanya kecenderungan keluar dari investor ritel dan asing. Sementara itu, pemegang saham pengendali tetap stabil. Informasi ini penting untuk dipertimbangkan oleh para investor sebelum mengambil keputusan investasi. Setiap keputusan investasi memiliki risiko, sehingga diperlukan riset dan analisis mendalam sebelum melakukan pembelian atau penjualan saham.