
aiotrade.CO.ID – JAKARTA
Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang memantau pergerakan saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) setelah keduanya mengalami kenaikan harga yang dinilai tidak wajar atau unusual market activity (UMA).
Dalam pengumuman BEI pada 5 Desember 2025, regulator menegaskan bahwa status UMA tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran terhadap aturan pasar modal. Namun, investor diminta untuk lebih waspada dan memperhatikan kembali aksi korporasi, kinerja emiten, serta informasi publik lainnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Data RTI menunjukkan bahwa saham BNBR melonjak sebesar 30,65% dalam sepekan dan 97,56% dalam sebulan terakhir. Secara year to date (YTD), BNBR sudah terapresiasi sebesar 131,43%. Kenaikan saham ini lebih tajam terlihat pada saham TIRT yang naik 56,45% dalam sepekan, 120,45% dalam sebulan, dan melesat 193,94% sejak awal tahun.
Analis Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menjelaskan bahwa BNBR sempat menarik perhatian pasar karena rencana konversi utang besar melalui private placement senilai sekitar Rp 855 miliar. Aksi ini memunculkan harapan restrukturisasi keuangan sehingga arus kas lebih sehat dan memberi sentimen positif bagi harga saham.
BNBR Chart
by TradingView
“Sementara, TIRT masuk daftar UMA akibat lonjakan harga dan volume transaksi yang tidak wajar,” kata David kepada aiotrade, Senin (8/12/2025).
David menilai BNBR berpotensi memperbaiki struktur keuangan jika konversi utang berjalan mulus. Beban bunga dapat turun, likuiditas membaik, dan rasio solvabilitas lebih sehat. Dengan manajemen yang mampu menstabilkan arus kas dan menjalankan operasional secara efisien, peluang rebound harga saham masih terbuka.
Untuk TIRT, pencabutan suspensi dan meningkatnya optimisme memberi ruang bagi emiten untuk memperbaiki tata kelola dan laporan keuangan. “Sahamnya masih berpotensi mengalami rebound teknikal dan spekulatif yang menarik,” ujarnya.
Meski demikian, David mengingatkan bahwa BNBR dan TIRT tergolong saham spekulatif dengan risiko tinggi. Investor disarankan hanya menempatkan porsi kecil dari portofolionya pada saham-saham tersebut.
“Jika sentimen positif berlanjut dan target jangka pendek tercapai, harga bisa terapresiasi 10%–20% dari level saat ini,” jelasnya.
Saat ini BNBR diperdagangkan di level Rp 81 per saham, sementara TIRT berada di Rp 97 per saham.
Faktor Pemicu Kenaikan Harga Saham
Beberapa faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga saham BNBR dan TIRT antara lain:
- Konversi utang besar yang dilakukan oleh BNBR melalui private placement senilai Rp 855 miliar. Hal ini memberi harapan bahwa restrukturisasi keuangan akan membuat arus kas lebih sehat dan meningkatkan sentimen positif.
- Lonjakan volume transaksi dan harga saham yang tidak wajar pada TIRT. Ini menjadi salah satu alasan utama mengapa saham tersebut masuk daftar UMA.
- Pencabutan suspensi yang dilakukan oleh TIRT, yang memberi ruang bagi emiten untuk memperbaiki tata kelola dan laporan keuangan.
- Optimisme pasar terhadap potensi rebound teknikal dan spekulatif, terutama untuk saham TIRT.
Risiko Investasi pada Saham Spekulatif
Meskipun ada potensi kenaikan harga, David Kurniawan menekankan bahwa kedua saham tersebut termasuk dalam kategori spekulatif dengan risiko tinggi. Investor disarankan untuk:
- Hanya menempatkan sebagian kecil dari portofolio pada saham BNBR dan TIRT.
- Mengikuti perkembangan terbaru terkait aksi korporasi dan kinerja emiten.
- Mempertimbangkan sentimen pasar dan target jangka pendek sebelum memutuskan investasi.
Prediksi Kenaikan Harga
David mengatakan bahwa jika sentimen positif terus berlanjut dan target jangka pendek tercapai, harga saham BNBR dan TIRT bisa terapresiasi sebesar 10% hingga 20% dari level saat ini. Namun, hal ini bergantung pada beberapa faktor seperti keberhasilan restrukturisasi keuangan, peningkatan arus kas, dan stabilitas operasional perusahaan.
Dengan situasi saat ini, investor tetap perlu berhati-hati dan melakukan analisis mendalam sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham BNBR dan TIRT.