PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI telah menetapkan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, sebagai komisaris perseroan. Pengangkatan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BNI pada 15 Desember 2025.
Febrio menggantikan posisi Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris BNI. Agenda terakhir RUPSLB mengukuhkan pemberhentian Suminto seiring penugasannya sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ex-officio Kementerian Keuangan sejak Oktober 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Masa jabatan Bapak Suminto sebagai Komisaris Perseroan berakhir sejak 8 Oktober 2025 dan pengukuhan pemberhentiannya ditetapkan dalam RUPS Luar Biasa ini,” ucap Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan dalam siaran pers yang dikutip Selasa, 16 Desember 2025.
Agenda pertama rapat adalah persetujuan dari para pemegang saham soal perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Termasuk penyesuaian tata kelola pengawasan oleh Holding Operasional sesuai amanat Undang-Undang BUMN yang diterbitkan pada 2025.
Perubahan ini dilakukan sebagai respons atas permintaan resmi dari Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) lewat surat permintaan ini pada 28 Oktober 2025. BP BUMN bertindak sebagai perwakilan Pemerintah, pemegang saham Seri A Dwiwarna.
Agenda selanjutnya adalah persetujuan pendelegasian kewenangan penyusunan dan pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Selanjutnya, para pemegang saham juga menyetujui pembaruan dokumen Rencana Pemulihan (Recovery Plan) untuk periode 2025/2026.
Febrio Kacaribu sebelumnya sempat tercatat menjabat sebagai Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) sejak 2020. Ia dilantik sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemeterian Keuangan pada 23 Mei 2025.
Tempo telah mencoba mengonfirmasi Febrio soal visi dan tugas barunya sebagai Komisaris BNI, namun ia tak merespons hingga berita ini ditulis.
Dengan bergabungnya Febrio, berikut susunan komisaris BNI:
- Komisaris Utama/Komisaris Independen - Omar Sjawaldy Anwar
- Wakil Komisaris Utama - Tedi Bharata
- Komisaris Independen - Vera Febyanthy
- Komisaris Independen - Didik Junaedi Rachbini
- Komisaris - Donny Hutabarat
- Komisaris - Febrio Nathan Kacaribu
Selain itu, RUPSLB juga membahas beberapa isu penting lainnya, seperti penyesuaian struktur organisasi BNI agar lebih efisien dan transparan. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat tata kelola perusahaan dan menjawab tantangan di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
Pembaruan struktur komisaris ini diharapkan dapat memberikan arahan strategis yang lebih tepat guna bagi BNI dalam menjalankan operasionalnya. Dengan adanya perubahan ini, BNI diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan kepercayaan dari para pemegang saham serta masyarakat luas.
Kehadiran Febrio Kacaribu di jajaran komisaris BNI juga menjadi indikasi bahwa pihak manajemen sedang memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan lembaga-lembaga terkait. Hal ini sangat penting dalam menghadapi tantangan-tantangan baru di bidang keuangan dan ekonomi.
Dalam konteks yang lebih luas, perubahan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan stabilitas sistem keuangan nasional. Dengan adanya komisaris yang memiliki latar belakang di bidang ekonomi dan fiskal, BNI diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.
Tidak hanya itu, perubahan struktur komisaris ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kontrol dan pengawasan internal BNI. Dengan adanya komisaris independen dan profesional, BNI akan lebih mudah mengambil keputusan yang cepat dan tepat, tanpa terpengaruh oleh kepentingan pihak tertentu.
Secara keseluruhan, keputusan untuk menunjuk Febrio Nathan Kacaribu sebagai komisaris BNI menunjukkan komitmen pihak manajemen dalam memperkuat tata kelola perusahaan dan menjawab berbagai tantangan yang ada. Dengan struktur komisaris yang lebih kuat dan profesional, BNI diharapkan mampu menjadi salah satu bank terkemuka di Indonesia dan mampu bersaing secara global.