
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menunjukkan komitmennya untuk memperluas penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Hal ini menjadi bagian dari upaya BNI dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang bertujuan untuk mengurangi backlog perumahan nasional.
Dalam rangka menyokong program tersebut, BNI turut serta dalam pelaksanaan akad massal KPR FLPP sebanyak 50.030 unit rumah. Acara ini juga mencakup serah terima kunci pada tahun 2025. Akad massal digelar secara hybrid dan diadakan di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, Banten, pada hari Sabtu (20/12).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sebanyak 300 akad dilakukan secara langsung di lokasi acara dengan melibatkan 11 bank penyalur, sementara 49.730 akad lainnya dilakukan secara daring oleh 39 bank penyalur di 33 provinsi. Acara ini berlangsung di 110 titik kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Acara akad massal dihadiri oleh beberapa tokoh penting, seperti Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Komisioner BP Tapera. Dari pihak BNI, hadir Direktur Utama Putrama Wahju Setyawan.
“BNI berkomitmen terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi MBR melalui pembiayaan KPR FLPP yang mudah, cepat, dan akuntabel,” ujar Putrama melalui keterangan tertulis, Kamis (25/12).
Selain itu, dalam rangkaian acara juga dilakukan serah terima kunci secara simbolis kepada 10 perwakilan MBR dari berbagai latar belakang profesi. Mereka berasal dari tenaga pendidik, pelaku UMKM, buruh, nelayan, hingga anggota TNI.
Di samping pencapaian tersebut, BNI kembali mendapatkan mandat penyaluran 17.356 unit KPR FLPP pada tahun 2026. Mandat ini dikeluarkan setelah perseroan menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta BP Tapera. Penandatanganan dilakukan di Kantor Pusat BP Tapera, Jakarta, Selasa (23/12), bersama 43 bank penyalur.
BNI termasuk dalam 10 bank dengan kuota FLPP terbesar dan diwakili oleh Direktur Network & Retail Funding Rian Eriana Kaslan. Penandatanganan disaksikan oleh Menteri PKP Maruarar Sirait dan Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.
Rian menyatakan bahwa penugasan ini merupakan kelanjutan peran BNI sebagai agen pembangunan di sektor perumahan. “Dengan jaringan BNI yang tersebar nasional dan sinergi erat bersama BP Tapera serta Kemen PKP, kami optimistis penyaluran FLPP 2026 dapat berjalan tepat sasaran, prudent, dan memberi kemudahan bagi MBR memiliki rumah pertama,” ujarnya.
Ke depan, BNI akan terus mengoptimalkan peran jaringan kantor dan seluruh area kerja untuk mendukung program perumahan nasional. Ini mencakup kesiapan debitur, dukungan teknis pelaksanaan akad secara hibrida, hingga edukasi yang komprehensif kepada masyarakat mengenai manfaat dan skema pembiayaan KPR FLPP.
Melalui kontribusi berkelanjutan di sektor perumahan, BNI menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga turut membangun fondasi kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.