BNPB: 147 Ribu Rumah Rusak Akibat Bencana di Tiga Provinsi

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 13x dilihat
BNPB: 147 Ribu Rumah Rusak Akibat Bencana di Tiga Provinsi

Kondisi Kerusakan Rumah Akibat Bencana di Sumatra

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 147.000 lebih rumah mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi di tiga provinsi di Pulau Sumatra. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam pernyataannya di Banda Aceh, Selasa.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang mempercepat langkah pemulihan pasca-bencana yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data tersebut menjadi dasar bagi perencanaan pembangunan hunian sementara dan tetap bagi masyarakat terdampak.

Rincian Kerusakan Rumah di Aceh

Di Provinsi Aceh, jumlah rumah rusak mencapai 106.058 unit. Dari jumlah tersebut, rinciannya adalah sebagai berikut: * 46.779 unit rusak ringan * 22.951 unit rusak sedang * 36.328 unit rusak berat

Tiga kabupaten dengan jumlah rumah rusak terbanyak adalah: * Aceh Utara: 36.964 unit * Aceh Timur: 18.914 unit * Aceh Tamiang: 10.720 unit

Kerusakan Rumah di Sumatera Utara

Di Sumatera Utara, total rumah rusak mencapai 28.708 unit. Rinciannya adalah: * 19.651 unit rusak ringan * 3.899 unit rusak sedang * 5.158 unit rusak berat

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.068 unit dilaporkan hilang atau hanyut terbawa banjir. Wilayah dengan dampak terbesar adalah: * Kabupaten Langkat: 11.273 unit * Tapanuli Tengah: 6.481 unit * Tapanuli Selatan: 4.624 unit

Kerusakan Rumah di Sumatera Barat

Sementara itu, di Sumatera Barat, tercatat 12.451 unit rumah rusak. Rinciannya adalah: * 6.933 unit rusak ringan * 2.959 unit rusak sedang * 2.559 unit rusak berat

Dampak paling signifikan terjadi di Kota Padang dengan 5.497 unit rumah rusak, disusul Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 3.490 unit dan Kabupaten Agam 1.540 unit.

Proses Pemulihan dan Pembangunan Hunian

Abdul Muhari menegaskan bahwa pendataan rumah rusak dilakukan secara rinci dan terverifikasi sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan proses pemulihan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan. Data ini menjadi dasar penyusunan dan perencanaan pembangunan hunian, baik untuk relokasi maupun pembangunan di lokasi semula, khususnya bagi rumah rusak ringan.

Untuk pembangunan hunian di lokasi awal, pemerintah memperhatikan aspek mitigasi bencana, baik struktural maupun nonstruktural guna mencegah dampak bencana serupa di masa mendatang. Rumah dengan kategori rusak ringan masih memungkinkan untuk dibangun kembali di lokasi semula dengan penataan kawasan lingkungan yang lebih aman. Sementara itu, rumah rusak berat dan yang berada di zona rawan akan diarahkan ke skema relokasi yang lebih layak dan aman.

Perkembangan Korban Jiwa dan Pengungsi

Selain kerusakan infrastruktur permukiman, BNPB juga mencatat perkembangan terkini jumlah korban jiwa. Hingga Selasa (16/12), total korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut bertambah menjadi 1.053 jiwa. Secara akumulatif: * Aceh: 449 jiwa * Sumatera Utara: 360 jiwa * Sumatera Barat: 244 jiwa

Sebanyak 200 orang masih dinyatakan hilang dan terus dalam proses pencarian. Jumlah pengungsi hingga saat ini tercatat sebanyak 606.040 jiwa, terdiri dari: * Aceh: 571.201 jiwa * Sumatera Utara: 21.579 jiwa * Sumatera Barat: 13.260 jiwa

Pemerintah memastikan kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari pangan, air bersih, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial, terus dipenuhi melalui koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan mitra kemanusiaan.

Proses Pendataan Lanjutan dan Identifikasi Lokasi Hunian

BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait serta pemerintah daerah saat ini tengah mempercepat proses pendataan lanjutan dan identifikasi lokasi hunian. Abdul Muhari menyampaikan harapan agar dalam pekan ini pendataan dapat difinalisasi, termasuk penentuan lokasi hunian sementara dan hunian tetap. Presiden telah mengarahkan agar proses ini dipercepat sehingga pembangunan bisa segera dimulai.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan