Pendataan Huntara dan Huntap Rampung Pekan Ini

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menjelaskan bahwa pendataan rumah rusak telah dilakukan secara rinci dan terverifikasi. Data ini menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).
Rumah dengan kategori rusak ringan masih memungkinkan untuk dibangun kembali di lokasi semula dengan penataan kawasan lingkungan yang lebih aman. Sedangkan, rumah rusak berat dan yang berada di zona rawan akan diarahkan ke skema relokasi yang lebih layak dan aman.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait serta pemerintah daerah saat ini tengah mempercepat proses pendataan lanjutan dan identifikasi lokasi hunian.
“Kami harapkan dalam pekan ini pendataan dapat difinalisasi, termasuk penentuan lokasi hunian sementara dan hunian tetap. Presiden telah mengarahkan agar proses ini dipercepat sehingga pembangunan bisa segera dimulai,” kata dia.
Rincian Data Rumah Rusak Akibat Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Di Provinsi Aceh tercatat sebanyak 106.058 unit rumah terdampak banjir dan longsor. Rinciannya, 46.779 unit rusak ringan, 22.951 unit rusak sedang, dan 36.328 unit rusak berat. Tiga kabupaten dengan jumlah rumah rusak terbanyak adalah Aceh Utara sebanyak 36.964 unit, Aceh Timur 18.914 unit, dan Aceh Tamiang 10.720 unit.
Di Sumatra Utara, total rumah rusak mencapai 28.708 unit, terdiri atas 19.651 unit rusak ringan, 3.899 unit rusak sedang, dan 5.158 unit rusak berat. Dari jumlah rumah rusak berat tersebut, sebanyak 1.068 unit dilaporkan hilang atau hanyut terbawa banjir. Wilayah dengan dampak terbesar meliputi Kabupaten Langkat sebanyak 11.273 unit, Tapanuli Tengah 6.481 unit, dan Tapanuli Selatan 4.624 unit.
Sementara itu, di Sumatra Barat tercatat 12.451 unit rumah rusak, dengan rincian 6.933 unit rusak ringan, 2.959 unit rusak sedang, dan 2.559 unit rusak berat. Dampak paling signifikan terjadi di Kota Padang dengan 5.497 unit rumah rusak, disusul Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 3.490 unit dan Kabupaten Agam 1.540 unit.
Korban Meninggal Akibat Banjir Sumatra Mencapai 1.053 Jiwa

Selain kerusakan infrastruktur permukiman, BNPB juga mencatat perkembangan terkini jumlah korban jiwa. Hingga Selasa (16/12/2025), total korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut bertambah menjadi 1.053 jiwa.
“Jumlah korban meninggal dunia bertambah 23 jiwa dari hari sebelumnya, dengan rincian 17 korban ditemukan di Aceh Tamiang, satu korban di Aceh Utara, dan lima korban di Tapanuli Tengah,” ujar Abdul Muhari.
Secara akumulatif, korban meninggal dunia berasal dari Aceh sebanyak 449 jiwa, Sumatra Utara 360 jiwa, dan Sumatra Barat 244 jiwa. Sementara itu, sebanyak 200 orang masih dinyatakan hilang dan terus dalam proses pencarian, masing-masing 31 orang di Aceh, 79 orang di Sumatra Utara, dan 90 orang di Sumatra Barat.
Jumlah pengungsi hingga saat ini tercatat sebanyak 606.040 jiwa. Pemerintah memastikan kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari pangan, air bersih, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial, terus dipenuhi melalui koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan mitra kemanusiaan.
Abdul Muhari mengatakan, seluruh langkah pendataan, perencanaan hunian, dan penanganan korban merupakan bagian dari upaya negara hadir secara menyeluruh, tidak hanya dalam fase tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan jangka menengah dan panjang.
“Pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menata kehidupan mereka di lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana,” ujar dia.
Fokus Saat Ini Distribusi Logistik dan Perbaikan Akses Transportasi
BNPB sedang fokus pada distribusi logistik dan perbaikan akses transportasi. Upaya ini dilakukan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan memudahkan proses pemulihan.
Selain itu, BNPB juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan semua langkah yang diambil dapat berjalan efektif dan efisien. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan masyarakat terdampak dapat segera pulih dan kembali ke kehidupan normal.