Presiden Prabowo Mengapresiasi Penanganan Bencana di Sumatra, Namun Status Tanggap Darurat Masih Berlaku
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang kabinet paripurna menyampaikan bahwa pihaknya menerima banyak ucapan terima kasih atas penanganan bencana yang membaik di Pulau Sumatra. Namun, laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa 28 daerah di Pulau Sumatra masih memperpanjang status tanggap darurat.
Hal ini menunjukkan bahwa fokus utama di daerah tersebut tetap berada pada lima aspek utama, yaitu pencarian dan pertolongan; pemenuhan distribusi logistik; pembukaan akses khususnya jalur darat; pemulihan sektor komunikasi; serta pemulihan sektor energi. Fokus khusus diberikan pada pemulihan listrik dan distribusi BBM.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Total di tiga provinsi, saat ini masih ada 28 kabupaten/kota yang memperpanjang status tanggap darurat. Itu terdiri dari Aceh ada 12 kabupaten/kota, Sumut 8 kabupaten/kota, dan Sumbar 8 kabupaten/kota,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, seperti dikutip dari YouTube BNPB, Rabu (17/12/2025).
Perpanjangan Status Tanggap Darurat hingga Akhir Desember
Sementara itu, perpanjangan status tanggap darurat telah diumumkan hingga 25 Desember 2025. Periode status tanggap darurat diperpanjang oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf karena dampak kerusakan masih luas. Selain itu, kebutuhan penanganan masih intensif di sejumlah daerah.
“Bencana hidrometeorologi yang terjadi di berbagai wilayah Aceh masih membutuhkan penanganan secara intensif, terintegrasi, dan terkoordinasi. Evakuasi warga, distribusi logistik, hingga perbaikan kerusakan jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, pendidikan, keagamaan, serta fasilitas sosial lainnya masih terus berlangsung,” ujar Muzakir seperti dikutip dari situs resmi Pemprov Aceh.
Lantaran status tanggap darurat diperpanjang, ia meminta seluruh perangkat pemerintah tetap siaga dan fokus pada upaya penanganan dampak bencana. Pria yang akrab disapa Mualem itu bahkan menyebut, tidak menutup peluang untuk memperpanjang kembali status tanggap darurat bila diperlukan.
“Kami akan terus mengevaluasi kondisi. Jika diperlukan diperpanjang atau diperpendek, hal itu akan dilakukan sesuai kebutuhan,” katanya.
Langkah serupa turut ditempuh oleh Pemprov Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Tanggap darurat diperpanjang di Sumbar hingga 22 Desember 2025. Sedangkan Pemprov Sumut memperpanjang status tanggap darurat hingga 24 Desember 2025.
Korban Meninggal Tembus 1.053 Jiwa
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir Sumatra per Selasa kemarin sudah menembus angka 1.053 jiwa. Angka itu berpeluang bertambah lantaran masih terdapat korban hilang yang mencapai 200 orang. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 606.040 jiwa.

TNI Kerahkan 35.477 Personel untuk Bantu Penanganan Banjir
Sementara, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sudah mengerahkan 35.477 personel ke lokasi banjir di Sumatra. Mereka meliputi 28.319 personel berasal dari matra TNI Angkatan Darat (AD), 4.589 personel dari TNI Angkatan Laut (AL), dan 2.569 dari TNI Angkatan Udara (AU).
“Semua itu turut mencakup kru helikopter dari TNI AD, kru kapal perang (KRI), dan kru pesawat,” ujar Agus saat sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Senin (15/12/2025).
Selain itu, Agus turut mengerahkan tiga jenis batalyon di lapangan, yakni tiga batalyon dari Zeni, satu batalyon dari Teritorial Pembangunan, dan satu batalyon kesehatan. Jenderal bintang empat itu menyebut ada 321 personel di dalam batalyon kesehatan.
TNI AD Bangun MCK Darurat untuk Pengungsi di Tapanuli Selatan
TNI AD juga sedang membangun MCK darurat untuk para pengungsi di Tapanuli Selatan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan bencana yang lebih efektif dan berkelanjutan.

BNPB Sebut 147.217 Rumah Rusak Dihantam Banjir Bandang Sumatra
BNPB juga menyebutkan bahwa sebanyak 147.217 rumah rusak akibat banjir bandang di Sumatra. Angka ini menunjukkan skala kerusakan yang sangat besar dan membutuhkan penanganan yang lebih intensif.