
Dampak Banjir di Kota Semarang
Banjir yang terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah, telah menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat setempat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa puluhan ribu jiwa terdampak oleh banjir tersebut. Dua kecamatan yang paling terkena dampak adalah Genuk dan Pedurungan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, hingga Jumat (24/10/2025), kedua kecamatan tersebut masih tergenang air dengan ketinggian antara 15 hingga 60 sentimeter. Secara keseluruhan, sebanyak 4.265 jiwa dari 1.697 kepala keluarga di Kecamatan Genuk dan 33.915 jiwa dari 11.260 kepala keluarga di Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, terdampak banjir kali ini.
Meskipun demikian, hingga Jumat (24/10) pukul 18.00 WIB, belum ada laporan warga yang harus mengungsi. BPBD Kota Semarang mencatat bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur sejak pertengahan pekan ini menjadi pemicu utama banjir di wilayah perkotaan. Sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan membuat aliran air meluap ke permukiman.
Kondisi tersebut diperparah dengan luapan Sungai Tenggang yang melintas di kawasan padat penduduk. Akibatnya, genangan muncul di sejumlah titik penting kota seperti di Bangetayu Kulon, dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 50 sentimeter. Di Banjardowo, Gebangsari, dan Genuksari, genangan rata-rata 15 sampai 60 sentimeter. Sementara di kawasan Jalan Nasional Kaligawe, air setinggi setengah meter membuat lalu lintas tersendat dan truk-truk besar terjebak hingga lebih dari 24 jam.
Di depan RSI Sultan Agung, air bahkan mencapai 80 sentimeter, mengharuskan petugas mengevakuasi sejumlah pasien ke tempat yang lebih aman.
Upaya Mengendalikan Banjir
Sejumlah upaya juga telah dilakukan untuk mengendalikan banjir, termasuk memasang pompa-pompa pengendali banjir. Di Rumah Pompa Tenggang, enam unit pompa disiapkan, namun hanya dua yang beroperasi karena empat lainnya tengah dalam proses peningkatan dari sistem diesel ke listrik. Dua pompa apung berkapasitas 2.000 liter per detik serta dua pompa mobile berkapasitas 500 liter per detik turut membantu mempercepat aliran keluar air.
Sedangkan di Rumah Pompa Sringin, beroperasi dua pompa utama dan dua pompa mobile, sementara tiga unit lainnya sedang dalam perbaikan. BPBD Provinsi Jawa Tengah juga mengerahkan pompa tambahan berkapasitas 250 liter per detik, disusul tujuh unit pompa dari Pusdataru Jawa Tengah yang memperkuat upaya di lapangan.
Titik-Titik Terdampak Banjir
Beberapa titik di Kota Semarang yang terdampak banjir antara lain:
- Bangetayu Kulon – Genangan air dengan ketinggian antara 20 hingga 50 sentimeter.
- Banjardowo, Gebangsari, dan Genuksari – Genangan rata-rata 15 sampai 60 sentimeter.
- Jalan Nasional Kaligawe – Air setinggi setengah meter menyebabkan lalu lintas tersendat dan truk-truk besar terjebak selama lebih dari 24 jam.
- RSI Sultan Agung – Air mencapai 80 sentimeter, sehingga memaksa petugas mengevakuasi pasien ke lokasi yang lebih aman.
Dengan kondisi ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mematuhi instruksi dari pihak berwenang terkait keamanan dan kesehatan. Selain itu, pemerintah setempat dan lembaga bantuan bencana terus berupaya untuk menangani situasi darurat ini secara maksimal.