BNPB Rencanakan Operasi Hujan Buatan di Semarang Hari Ini, Sebar 12 Ton Bahan Awan

admin.aiotrade 25 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
BNPB Rencanakan Operasi Hujan Buatan di Semarang Hari Ini, Sebar 12 Ton Bahan Awan

Operasi Modifikasi Cuaca di Semarang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan menebar 10 ton natrium klorida (NaCl) dan 2 ton kalsium oksida (CaO) di Kota Semarang, Jawa Tengah. Operasi ini direncanakan dilaksanakan hari ini, Sabtu (25/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa OMC ini merupakan instruksi langsung dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto kepada Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB.

"Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti. Pada Jumat (24/10) malam, pesawat Cessna Caravan dengan kode registrasi PK-SNM telah mendarat di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang," kata Muhari dalam keterangan tertulis di laman BNPB.

"Pagi ini, Sabtu (25/10), pesawat bermesin tunggal itu memulai tugasnya untuk menebar bahan semai natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO). Totalnya ada 10 ton NaCl dan 2 ton CaO yang akan ditebar secara berkala melalui beberapa sortie penerbangan."

Tujuan Operasi Modifikasi Cuaca

Muhari menambahkan bahwa tujuan dari OMC ini adalah untuk melakukan redistribusi curah hujan agar tidak turun di wilayah yang saat ini sudah tergenang, termasuk di bagian hulu sungai.

"Dengan kata lain, operasi ini bukan menghentikan hujan, melainkan mengatur di mana hujan itu jatuh," tuturnya.

"Kawasan yang menjadi perhatian utama kali ini adalah wilayah hulu Sungai Tuntang dan Lusi yang melintasi Kabupaten Grobogan," imbuh Muhari.

Ia menyampaikan bahwa di daerah tersebut ada tanggul sungai yang sudah jebol akibat tekanan air yang tinggi dan harus mendapatkan penguatan. Selain itu, jalur dan tanggul bantalan rel kereta api penghubung Jakarta–Surabaya di atasnya masih bisa terancam bila banjir kembali datang.

"Selain itu, OMC juga difokuskan untuk mengatur agar hujan tidak turun di wilayah Kota Semarang yang saat ini masih dilakukan penyedotan genangan banjir."

"Dengan mengalihkan hujan ke lokasi yang lebih aman, BNPB berharap debit air sungai dapat berkurang secara bertahap, memberi waktu bagi tim lapangan untuk melakukan penyedotan banjir dan penguatan tanggul," ungkapnya.

Kerja Sama Antar Instansi

Pelaksanaan OMC tersebut merupakan kerja sama antara BNPB dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), TNI AU, serta BPBD Provinsi Jawa Tengah.

"Tim meteorolog memantau peta awan dari ruang kendali, menentukan waktu dan ketinggian semai paling tepat. Pilot mengendalikan pesawat mencari posisi bibit awan hujan, lalu menaburkan bahan semai yang akan bereaksi dengan uap air di atmosfer," urainya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan