
MEDAN, aiotrade
– Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berupaya keras untuk membeli cabai dari para petani yang terdampak bencana di Aceh. Tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, saat menggelar konferensi pers di Kantor Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Jumat (19/12/2025). Bobby menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto pernah menyampaikan pentingnya komoditas cabai saat berkunjung ke lokasi bencana di Sumatera Utara dan Aceh beberapa waktu lalu.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Beliau menyampaikan bahwa di Aceh sedang masa panen cabai. Dan saat Hercules pengangkut logistik masuk ke Aceh, ketika kembali ke Suwondo atau Halim, kondisinya kosong,” ujar Bobby.
“Jadi beliau menyarankan agar hasil bumi yang dibutuhkan oleh daerah kita bisa diangkut, sehingga bisa menjadi transaksi ekonomi yang membantu perekonomian masyarakat di Aceh secara bertahap,” tambahnya.
Menurut Bobby, pesan Presiden tersebut mulai dijalankan secara bertahap. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sedang berkoordinasi dengan badan usaha milik daerah (BUMD) untuk merealisasikan pembelian hasil bumi dari Aceh.
“Kami sedang berupaya agar pesawat yang terbang ke Suwondo dapat membawa hasil bumi dari Aceh. Ini akan membantu perekonomian di dua daerah tersebut. Ini juga salah satu hal yang disampaikan oleh Presiden,” jelas Bobby.
Sebelumnya diberitakan, pesawat milik TNI terus membantu mengangkut hasil bumi dari para petani terdampak bencana di Aceh sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. Kali ini, pesawat Hercules mengangkut sekitar 14.000 kilogram cabai dan komoditas lain milik petani dari Kabupaten Bener Meriah.
“Melaporkan dukungan pesawat untuk mengangkut logistik dan personel di Bandara Rembele (Kabupaten Bener Meriah),” dikutip dari keterangan resmi TNI Angkatan Udara, Kamis (17/12/2025).
Selain mengangkut hasil bumi, pesawat Hercules juga menyediakan tempat bagi warga Aceh untuk menumpang. Kapasitasnya mencapai sekitar 20 orang dengan prioritas diberikan kepada lansia, ibu, dan anak.
Pesawat Hercules A-1339 yang dipiloti oleh Kapten Pnb Alwi ini melayani rute antara Pangkalan Udara Soewondo di Medan, Sumatera Utara, dan sebaliknya.
Inisiatif Pemerintah dalam Membantu Ekonomi Aceh
Beberapa langkah telah diambil oleh pemerintah untuk membantu masyarakat Aceh yang terdampak bencana. Berikut adalah beberapa inisiatif yang dilakukan:
- Pembelian hasil bumi dari petani Aceh oleh pemerintah provinsi Sumatera Utara
- Koordinasi dengan BUMD untuk merealisasikan pembelian hasil bumi
- Penggunaan pesawat Hercules untuk mengangkut logistik dan hasil bumi
- Penyediaan kapasitas penumpang untuk warga Aceh, terutama lansia, ibu, dan anak
Peran Pesawat Hercules dalam Bantuan Logistik
Pesawat Hercules memiliki peran penting dalam mendistribusikan bantuan logistik ke wilayah yang terdampak bencana. Berikut adalah beberapa informasi tentang peran pesawat ini:
- Mengangkut sekitar 14.000 kilogram cabai dan komoditas lain dari Kabupaten Bener Meriah
- Menyediakan tempat bagi warga Aceh untuk menumpang dengan kapasitas sekitar 20 orang
- Rute penerbangan antara Pangkalan Udara Soewondo di Medan dan sebaliknya
Upaya Bersama untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan TNI bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh. Berikut adalah beberapa upaya bersama yang dilakukan:
- Pembelian hasil bumi dari petani Aceh sebagai bentuk dukungan ekonomi
- Pengangkutan logistik dan bantuan melalui pesawat Hercules
- Penyediaan transportasi bagi warga Aceh yang membutuhkan
Dengan berbagai inisiatif dan kerja sama ini, diharapkan perekonomian masyarakat Aceh dapat segera pulih dan stabil.