Target Investasi Rp 100 Triliun untuk Meningkatkan Ekonomi Sumut
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menetapkan target investasi sebesar Rp 100 triliun pada tahun ini. Tujuan dari target ini adalah untuk mendukung peningkatan ekonomi yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebesar 8 persen. Ia menegaskan bahwa untuk mencapai angka tersebut, Provinsi Sumut harus mampu mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen hingga 7,1 persen.
Dalam sambutannya pada Kegiatan Sosialisasi Perumahan Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Kamis (9/10/2025), Bobby menjelaskan bahwa salah satu cara untuk mencapai target tersebut adalah dengan menarik investasi yang masuk ke Sumut. Ia menekankan bahwa target investasi yang harus dicapai adalah antara Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun per tahun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, ia menyatakan bahwa kunci utama dalam mencapai investasi yang baik adalah permodalan. Untuk itu, Bobby berharap semakin banyak kuota perumahan subsidi dari Kementerian PUPR yang diberikan kepada warga Sumut. Ia optimistis bahwa program rumah subsidi ini akan membantu meningkatkan investasi di provinsi tersebut.
Realisasi Investasi di Semester Pertama Tahun Ini
Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut, Chandra Dalimunthe, mengungkapkan bahwa realisasi investasi di Sumut pada semester pertama tahun 2025 telah mencapai 60 persen atau senilai Rp 28,4 triliun. Ia optimistis bahwa provinsi ini dapat mencapai target investasi yang telah ditetapkan.
Menurut laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi terdiri atas penanaman modal asing dan dalam negeri. Dari total tersebut, investasi asing mencapai Rp 11,977 triliun, sedangkan penanaman modal dalam negeri mencapai Rp 16,434 triliun.
Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang terbesar investasi dengan total senilai Rp 7,76 triliun. Selain itu, sektor industri/kimia farmasi memberikan kontribusi sebesar Rp 5,74 triliun, industri makanan sebesar Rp 2,96 triliun, listrik, gas, dan air sebesar Rp 2,68 triliun, serta sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp 1,56 triliun.
Daerah yang Melakukan Realisasi Penanaman Modal
Chandra juga merinci beberapa daerah di Sumut yang melakukan realisasi penanaman modal. Kabupaten Simalungun menjadi daerah dengan realisasi terbesar, yaitu sebesar Rp 11,98 triliun. Diikuti oleh Kota Medan dengan nilai Rp 6,07 triliun, Deliserdang sebesar Rp 3,21 triliun, Tapanuli Selatan sebesar Rp 2,31 triliun, dan Kabupaten Batubara sebesar Rp 534,42 miliar.
Strategi Pemprov Sumut untuk Mendorong Investasi
Untuk meningkatkan realisasi investasi, Pemprov Sumut melakukan berbagai langkah sesuai aturan Pergub yang berlaku. Salah satunya adalah dengan memberikan kemudahan dan insentif melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2023 dan Pergub Nomor 3 Tahun 2025.
Beberapa bentuk insentif yang diberikan antara lain pengurangan atau keringanan pajak, seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Alat Berat (PAB), dan Pajak Air Permukaan (PAP). Selain itu, Pemprov Sumut juga terus berupaya mempercepat proses investasi melalui layanan prima aplikasi Online Single Submission (OSS) dan Siap Layani.
Aplikasi OSS memiliki target penerbitan 1.997 perizinan, sedangkan Siap Layani menargetkan 391 perizinan pada tahun ini. Chandra juga menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya meningkatkan investasi di sektor hilirisasi kelapa sawit melalui produk turunannya seperti minyak goreng, sabun, dan bio solar.