Bobibos, Bahan Bakar Alternatif Karya Anak Negeri, Siap Diuji di Jonggol Awal 2026

admin.aiotrade 12 Nov 2025 4 menit 12x dilihat
Bobibos, Bahan Bakar Alternatif Karya Anak Negeri, Siap Diuji di Jonggol Awal 2026


aiotrade.CO.ID, BOGOR — Bahan bakar alternatif Bobibos ditargetkan dapat digunakan oleh warga Jonggol, Kabupaten Bogor, dan sekitarnya pada awal tahun depan. Bobibos, akronim dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!, diklaim memiliki Research Octane Number (RON) 98.

Pembina Bobibos sekaligus Anggota DPR RI, Mulyadi, mengaku sempat kaget dengan antusiasme masyarakat setelah peluncuran BOBIBOS di Bumi Sultan Jonggol, Kabupaten Bogor, Ahad (2/11/2025). Ia mengatakan banyak warga yang meminta untuk mencoba produk tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Setelah launching, kami kewalahan karena masyarakat ingin membeli produk ini, padahal masih tahap uji coba,” ujar Mulyadi dalam konferensi pers di Jonggol, Selasa (11/11/2025).

Mulyadi menjelaskan bahwa Bobibos saat ini masih dalam tahap uji coba sehingga belum dapat diperjualbelikan secara bebas karena belum memenuhi seluruh persyaratan perizinan.

“Kami menyiapkan produk ini hanya untuk uji coba. Kenapa? Karena pasti ada izin produksi, izin edar, dan sebagainya. Kalau pun kami akan produksi, kami akan sampaikan bahwa ini hanya untuk uji coba. Kalau masyarakat ingin mencoba, kami siapkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mulyadi mengatakan pihaknya tengah menyiapkan agar masyarakat Jonggol dan sekitarnya dapat menjajal bahan bakar tersebut. Rencananya, uji coba bagi masyarakat akan dilakukan pada awal 2026.

“Bagi masyarakat yang ingin mencoba, mungkin akan segera kami siapkan. Dalam rapat terakhir kami, setelah Februari 2026, kami akan mulai produksi, tapi hanya untuk uji coba. Lokasinya nanti di Bumi Sultan,” ujarnya.

Untuk sementara, kapasitas produksi Bobibos berada di kisaran 300 liter per hari, tergantung pada ketersediaan bahan baku berupa jerami.

“Kami masih produksi 300 liter per hari. Ini hanya untuk uji coba, tapi masyarakat bisa melihat langsung produk ini,” kata Mulyadi.

Ia menambahkan, inisiatif pengembangan Bobibos berawal dari keinginannya membantu masyarakat di daerah pemilihannya dengan menghadirkan bahan bakar yang lebih terjangkau. Namun, peluncuran produk ini justru mendapat perhatian hingga tingkat nasional.

“Saya tadinya ingin berkontribusi untuk daerah pemilihan saya saja, supaya beban pengeluaran warga lebih ringan karena biaya bahan bakar lebih rendah. Makanya kami launching hanya untuk Bogor. Tapi ternyata perhatian datang dari nasional,” ujar Mulyadi.

Inovasi Bahan Bakar Alternatif

Bobibos adalah inovasi baru yang menawarkan solusi alternatif untuk kebutuhan energi masyarakat. Produk ini dirancang untuk memberikan kualitas yang setara dengan bahan bakar konvensional, tetapi dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan RON 98, Bobibos menawarkan performa mesin yang baik, cocok untuk kendaraan modern.

Beberapa keuntungan utama dari Bobibos antara lain:

  • Harga Terjangkau: Bobibos dirancang untuk memberikan alternatif bahan bakar yang lebih murah dibandingkan bahan bakar minyak bumi.
  • Ramah Lingkungan: Penggunaan jerami sebagai bahan baku membuat Bobibos lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.
  • Dukungan Komunitas: Bobibos diharapkan menjadi solusi untuk mendorong kemandirian energi di tingkat lokal.

Proses Produksi dan Uji Coba

Produksi Bobibos saat ini masih dalam tahap uji coba. Kapasitas produksi saat ini sekitar 300 liter per hari, tergantung pada ketersediaan bahan baku. Pihak pengembang sedang mempersiapkan sistem produksi yang lebih besar agar dapat memenuhi permintaan masyarakat.

Uji coba akan dilakukan di wilayah Jonggol dan sekitarnya. Rencananya, uji coba akan dimulai pada awal tahun 2026. Masyarakat yang tertarik dapat mengikuti proses uji coba tersebut.

Visi dan Tujuan

Tujuan utama dari pengembangan Bobibos adalah untuk memberikan solusi bahan bakar yang lebih murah dan ramah lingkungan. Mulyadi, pembina Bobibos, menyatakan bahwa inisiatif ini lahir dari keinginan untuk membantu masyarakat di daerah pemilihannya.

Namun, hasil yang diperoleh melebihi harapan. Bobibos tidak hanya menarik perhatian masyarakat Bogor, tetapi juga mendapatkan perhatian nasional. Hal ini menunjukkan potensi besar dari inovasi ini.

Masa Depan Bobibos

Mulyadi menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan Bobibos agar dapat diproduksi secara massal. Meskipun saat ini masih dalam tahap uji coba, langkah-langkah telah diambil untuk mempercepat proses produksi.

Tidak hanya itu, Bobibos juga akan menjadi contoh inovasi yang dapat diikuti oleh daerah-daerah lain. Dengan adanya Bobibos, diharapkan masyarakat dapat memiliki akses terhadap bahan bakar yang lebih murah dan lebih ramah lingkungan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan