Bocah Bilqis Diculik di Makassar, Dijual ke Yogyakarta & Jambi Seharga Rp 80 Juta Sebelum Diselamatk

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Bocah Bilqis Diculik di Makassar, Dijual ke Yogyakarta & Jambi Seharga Rp 80 Juta Sebelum Diselamatk
Bocah Bilqis Diculik di Makassar, Dijual ke Yogyakarta & Jambi Seharga Rp 80 Juta Sebelum Diselamatkan Polisi

Penemuan Balita yang Diculik di Jambi Setelah Diperjualbelikan

Seorang balita bernama Bilqis Ramadhany, yang merupakan warga Makassar, Sulawesi Selatan, menggemparkan publik setelah ditemukan di Provinsi Jambi. Kasus penculikan ini terjadi setelah bocah berusia empat tahun itu hilang selama sepekan dan akhirnya berhasil diselamatkan oleh tim gabungan kepolisian.

Bilqis ditemukan di kawasan Suku Anak Dalam (SAD), tepatnya di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi. Menurut penyelidikan kepolisian, korban sempat diperjualbelikan oleh para pelaku penculikan dengan harga mencapai Rp 80 juta. Dua orang tersangka, Mery Ana dan Ade Friyanto Syaputera, ditangkap oleh tim gabungan Polda Jambi dan Polrestabes Makassar di sebuah penginapan di Kota Sungai Penuh pada Jumat (7/11/2025). Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku telah menjual Bilqis kepada seorang warga di Kabupaten Merangin.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kasat Reskrim Polres Merangin, Iptu Eka Putra Yuliesman Koto, menyampaikan bahwa polisi sempat melakukan pendekatan terhadap temenggung atau tetua adat Suku Anak Dalam untuk memulangkan korban. Setelah proses negosiasi yang cukup panjang, Bilqis akhirnya diserahkan dan dibawa ke Polda Jambi untuk kemudian dikembalikan ke pihak keluarganya di Makassar.

Kronologi Penculikan di Makassar dan Perjalanan Korban ke Tiga Provinsi

Menurut keterangan polisi, penculikan terjadi pada Minggu (2/11/2025) sekitar pukul 08.00 WITA di Taman Pakui, Makassar. Saat itu, Bilqis sedang bermain di taman bersama kedua orangtuanya yang sedang berolahraga di sekitar lapangan tenis. Ketika orangtuanya menyadari Bilqis menghilang sekitar pukul 10.00 WITA, mereka langsung melapor ke Polrestabes Makassar.

Tim Satreskrim Polrestabes Makassar kemudian bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku pertama di wilayah Makassar. Dari hasil interogasi, diketahui bahwa Bilqis sudah dijual ke pelaku lain di Yogyakarta. Tim pun melanjutkan pencarian ke Yogyakarta dan menangkap pelaku berikutnya. Namun, korban telah berpindah tangan lagi dan dijual ke Jambi.

Berbekal informasi baru dari pelaku yang tertangkap, polisi berkoordinasi dengan Polda Jambi dan berhasil menemukan Bilqis dalam keadaan selamat di kawasan pedalaman Merangin. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diserahkan kembali kepada keluarganya.

Polisi Telusuri Jaringan Perdagangan Anak Antarprovinsi

Kepala Seksi Humas Polres Kerinci, Iptu DS Sitinjak, menyatakan bahwa kasus ini menunjukkan adanya jaringan perdagangan anak lintas provinsi yang beroperasi secara sistematis. Polisi kini tengah menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku lain yang diduga berperan sebagai perantara atau pembeli.

“Korban ditemukan dalam kondisi selamat, namun kami masih mendalami motif dan jaringan yang terlibat dalam transaksi ini,” ujar Sitinjak.

Pihak kepolisian juga memastikan akan menjerat para pelaku dengan pasal berlapis, termasuk pasal tentang penculikan anak dan perdagangan manusia yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak serta KUHP.

Seruan Pemerintah dan Masyarakat untuk Waspada terhadap Penculikan Anak

Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa meningkatnya kasus penculikan anak perlu menjadi perhatian serius bagi aparat dan orangtua. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong masyarakat agar lebih waspada, terutama di area publik seperti taman dan tempat bermain.

Selain itu, kepolisian mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan yang melibatkan anak-anak. Pengawasan berbasis lingkungan dinilai penting untuk mencegah tindak kejahatan serupa terulang kembali.

Perlindungan Anak Jadi Fokus Nasional

Setelah kasus Bilqis mencuat, sejumlah daerah di Indonesia memperketat pengawasan terhadap anak di ruang publik dan sekolah. Pemerintah daerah juga diminta memperluas kampanye tentang bahaya perdagangan anak dan pentingnya pendidikan keamanan diri bagi anak usia dini.

Kasus Bilqis menjadi peringatan keras bahwa kejahatan terhadap anak dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Dengan koordinasi cepat antara kepolisian lintas daerah, Bilqis akhirnya bisa diselamatkan. Kini, fokus utama pemerintah dan masyarakat adalah memastikan kejadian serupa tidak terulang, serta memberikan perlindungan yang maksimal bagi setiap anak Indonesia.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan