Boeing Ajukan Pengecualian Emisi FAA untuk 35 Pesawat Kargo 777F

admin.aiotrade 20 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Boeing Ajukan Pengecualian Emisi FAA untuk 35 Pesawat Kargo 777F
Boeing Ajukan Pengecualian Emisi FAA untuk 35 Pesawat Kargo 777F

Boeing Mengajukan Pengecualian Aturan Emisi untuk Lanjutkan Produksi Pesawat Kargo 777F

Boeing, salah satu perusahaan penerbangan terkemuka di dunia, telah mengajukan permohonan kepada Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan pengecualian terhadap aturan emisi karbon baru yang akan berlaku mulai tahun 2028. Dengan permohonan ini, Boeing berharap dapat terus memproduksi dan menjual tambahan 35 unit pesawat kargo tipe 777 Freighter (777F) hingga tahun 2027. Langkah ini diambil karena meningkatnya permintaan global terhadap pesawat kargo dan keterlambatan dalam menyelesaikan program pesawat kargo generasi terbaru, yaitu 777-8 Freighter.

Permohonan Pengecualian untuk Produksi 777F Hingga 2027

Dalam dokumen resmi yang disampaikan kepada FAA, Boeing menyatakan bahwa perusahaan memerlukan kelonggaran agar dapat terus memproduksi dan menjual pesawat kargo 777F hingga 2027. Hal ini terkait dengan aturan emisi baru yang akan mewajibkan seluruh pesawat baru memenuhi standar karbon internasional yang lebih ketat mulai awal 2028.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Boeing menjelaskan bahwa permohonan pengecualian tersebut diajukan untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi pelanggan kargo global di tengah penundaan produksi model penerus, yakni 777-8 Freighter. Perusahaan juga menegaskan bahwa tingkat produksi 777F masih sesuai dengan tingginya permintaan dari operator kargo besar hingga beberapa tahun mendatang. Sementara itu, juru bicara FAA menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang meninjau permohonan Boeing secara menyeluruh.

“Kami akan menilai berdasarkan keselamatan penerbangan, kepatuhan lingkungan, serta kebutuhan industri,” ujar juru bicara FAA.

Penundaan Sertifikasi 777-8 Freighter Dorong Boeing Pertahankan Produksi 777F

Awalnya, Boeing berencana meluncurkan pesawat kargo generasi terbaru, 777-8 Freighter, pada awal 2028. Namun, pengembangan program tersebut menghadapi berbagai kendala, seperti proses sertifikasi yang berlangsung lebih lama dari perkiraan serta penyesuaian teknis terhadap standar emisi internasional yang baru. Pejabat Boeing menyebut bahwa jadwal sertifikasi 777-8 Freighter berpotensi mundur hingga 2030. Kondisi ini membuat perusahaan berupaya mempertahankan produksi pesawat 777F lebih lama untuk memenuhi kebutuhan pelanggan utama di sektor kargo udara, termasuk FedEx dan Qatar Airways.

“Permintaan terhadap pesawat kargo berbadan lebar tetap kuat, sementara kami bekerja keras untuk memastikan 777-8 Freighter memenuhi seluruh regulasi lingkungan,” kata juru bicara Boeing.

Aturan Emisi Baru FAA Ikuti Standar ICAO

Peraturan emisi baru yang tengah disusun oleh FAA mengacu pada Carbon Dioxide Emissions Standard for Aircraft yang ditetapkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Berdasarkan aturan tersebut, mulai 2028, pesawat baru yang tidak memenuhi batas emisi karbon tidak akan diizinkan untuk diproduksi maupun dikirim kepada pelanggan.

Para analis memperkirakan bahwa pengecualian yang diajukan Boeing kemungkinan bersifat sementara dan hanya berlaku hingga pesawat kargo 777-8 Freighter siap diproduksi massal. Meski demikian, langkah ini dinilai dapat menjadi preseden penting bagi produsen lain yang menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan kebutuhan pasar dengan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Tantangan Produksi dan Pengaruh Finansial

Selain menghadapi masalah regulasi, Boeing juga menghadapi tantangan dalam produksi pesawat 777X. Perusahaan memutuskan untuk menunda pengiriman pesawat tersebut hingga 2027, yang berdampak signifikan pada pendapatan perusahaan. Akibatnya, Boeing mengalami kerugian sebesar Rp82,9 triliun. Namun, perusahaan juga berhasil meraih sembilan kontrak baru dari Angkatan Darat AS senilai Rp7,6 triliun.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan