Bantuan dari Malaysia untuk Korban Banjir di Aceh
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), kembali menerima bantuan dari luar negeri untuk korban terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh. Bantuan ini datang dari seorang bos minyak asal Malaysia bernama Datuk Bolhassan. Bolhassan menemui Gubernur Mualem untuk menyerahkan langsung donasi bagi korban banjir Aceh sebesar Rp777 juta.
Pertemuan keduanya berlangsung di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, pada Senin (15/12/2025) malam. Dalam kesempatan tersebut, Bolhassan menjelaskan bahwa donasi yang diserahkan adalah hasil penggalangan dana yang dilakukan secara internal oleh perusahaan minyak miliknya, Upland Resources. “Alhamdulillah, PT kita Upland di UK, Indonesia, dan Malaysia dapat mengumpulkan dana sebesar Rp 777 juta,” katanya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Bolhassan menambahkan, pihaknya siap membantu menyalurkan bantuan tersebut langsung ke lokasi-lokasi yang telah diarahkan oleh Mualem. Sementara itu, Gubernur Mualem menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Aceh mengaku siap menerima bantuan dari mana saja, termasuk dari pihak asing, untuk urusan kemanusiaan. “Pada prinsipnya kita ini kemanusiaan. Siapa saja yang menolong kita, tetap ikhlas kita terima. Siapa saja, di mana saja,” ujar Mualem.
Mengenai sasaran penyaluran bantuan, Mualem memastikan bahwa donasi akan diserahkan ke wilayah yang paling parah terdampak bencana, seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Takengon, Beutong, dan Langsa.
Selain bantuan dari Bolhassan, Gubernur Mualem sebelumnya sudah mendapatkan berbagai bantuan dari pihak asing seperti tim relawan dari China dan bantuan logistik dari Blue Sky Rescue (BSR) China yang memiliki cabang di Malaysia. Kedua bantuan tersebut datang dari pihak swasta untuk Provinsi Aceh.
Profil Datuk Bolhassan
Datuk Bolhassan Di, saat ini menjabat sebagai Chairman & Chief Executive Officer (CEO) Upland Resources. Upland Resources adalah perusahaan minyak dan gas asal Malaysia yang didirikan pada Maret 2012. Perusahaan ini terdaftar di bursa Inggris dan merupakan yang pertama menjalin kemitraan dengan Petroleum Sarawak Berhad (PETROS), perusahaan minyak milik negara bagian Sarawak.
Karier dan pengalaman Bolhassan sangat luas, tidak hanya di sektor bisnis tetapi juga politik. Ia pernah terpilih sebagai Dewan Legislatif Negara Bagian Sarawak dari tahun 1987 hingga 2011. Bolhassan juga pernah mengemban berbagai posisi penting pemerintahan, di antaranya:
- Ketua Komite Akuntabilitas Publik
- Asisten Menteri di Departemen Kepala Menteri Sarawak
- Asisten Menteri di Kementerian Pembangunan Infrastruktur dan Komunikasi Malaysia
Dari segi pendidikan, Bolhassan merupakan lulusan Teknik dari Universitas Sheffield, Inggris Raya. Kariernya di bisnis perminyakan dimulai pada tahun 1979 di Sarawak Shell Bhd, anak perusahaan Royal Dutch Shell plc. Bolhassan memiliki pengalaman mendalam dalam perencanaan proyek, desain, konstruksi, pengoperasian, dan pengaktifan proyek lepas pantai, termasuk proyek-proyek besar seperti F6A (proyek gas lepas pantai terbesar di kawasan), E11, F23, St Joseph, dan South Furious.
Selain di Shell, dari tahun 1987 hingga 1997, Bolhassan juga menjabat sebagai Ketua Otoritas Pelabuhan Miri, yang berperan penting sebagai katalis ekonomi utama bagi Sarawak dan Malaysia. Pengalaman internasionalnya di bidang minyak dan gas meliputi penugasan di Korea Selatan, Singapura, Laut Utara, dan Belanda.
Penyerahan Bantuan di Bandara Sultan Iskandar Muda

Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem kembali menerima sejumlah bantuan kemanusiaan dari perusahaan multinasional, Upland Resources yang beroperasi di United Kingdom, Malaysia, dan Indonesia. Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, pada Senin (15/12/2025) malam.
Bantuan berupa sembako tersebut diperuntukkan bagi masyarakat Aceh yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Sedikitnya tiga truk bantuan telah disiapkan dan akan segera disalurkan ke sejumlah daerah terdampak. Gubernur Aceh ini mengapresiasi atas kepedulian dan solidaritas yang diberikan Upland Resources. Menurutnya, dalam kondisi bencana, semangat kemanusiaan harus menjadi landasan utama tanpa memandang latar belakang pihak pemberi bantuan.
Eks Panglima GAM ini menegaskan, bahwa bantuan tersebut akan disalurkan ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan dan mengalami dampak terparah akibat bencana hidrometeorologi. “Ke mana yang membutuhkan. Yang urgent dan paling teruk (parah) ada beberapa kawasan, seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Bireuen. Juga ke Takengon dan Beutong, serta Langsa,” kata Mualem.
Sementara itu, Chairman & CEO Upland Resources, Datuk Bolhassan Di, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana internal perusahaan di tiga negara tempat Upland beroperasi. “Alhamdulillah, PT kita Upland di UK, Indonesia, dan Malaysia dapat mengumpulkan dana sebesar Rp 777 juta,” ujarnya. Dana tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk pembelian kebutuhan pokok dari penyedia lokal di Aceh. “Kita dibantu oleh tim-tim di sini untuk menyediakan barang-barang lokal dan membantu menyebarkannya ke lokasi-lokasi yang diarahkan langsung oleh Bapak Gubernur,” kata Datuk Bolhassan.
Diketahui, dalam kesempatan tersebut turut hadir Datuk Mansyur Usman, Presiden Permebam (Persatuan Melayu Berketurunan Aceh Malaysia) sekaligus Ketua Diaspora Aceh Malaysia, beserta sejumlah pihak terkait lainnya.
Penolakan Bantuan Luar Negeri oleh Prabowo
Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa Indonesia mampu menangani bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra, tanpa campur tangan pihak asing. Prabowo dalam penyertaan terbarunya di sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025) pagi, mengaku mendapatkan tawaran bantuan dari sejumlah pemimpin negara sahabat. “Saya ditelepon banyak pimpinan kepala negara ingin kirim bantuan,” ujarnya.
Dalam sambungan telepon tersebut, Prabowo memastikan Indonesia mampu mengatasi bencana yang sudah merenggut 1.000 nyawa ini. "Saya bilang terima kasih konsern Anda. Kami mampu, Indonesia mampu mengatasi ini," tegasnya. Ia juga menyinggung pihak-pihak yang menyerukan agar Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ditetapkan statusnya menjadi bencana nasional.
Prabowo mengatakan bahwa situasi dalam penanganan bencana di Sumatera terkendali. "Ada yang teriak-teriak ingin ini ini dinyatakan bencana nasional. Kita sudah kerahkan, jadi tiga provinsi dari 38 provinsi, jadi situasi terkendali. Saya monitor terus," ujar Prabowo. Ke depan, pemerintah merencanakan membentuk satuan tugas (satgas) terkait rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi Sumatera.
"Saya monitor terus, ya. Dan kita sudah merencanakan segera akan kita bentuk, apakah kita namakan badan atau satgas, rehabilitasi dan rekonstruksi," kata Prabowo. Kepala Negara menyebut pemerintah akan segera membangun hunian bagi masyarakat terdampak bencana. Ia melanjutkan, sudah ada beberapa rumah hunian yang dibangun. Nantinya, rumah yang dibangun tersebut juga akan menjadi rumah hunian tetap.
"Segera kita akan bangun hunian-hunian sementara dan hunian-hunian tetap," ucap Prabowo. Prabowo juga mengajak jajaran di kabinetnya untuk mendoakan situasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) itu juga mengatakan agar keadaan bencana ini harus dihadapi dengan penuh kewaspadaan. "Kita berdoa saudara-saudara kita segera bisa pulih, dan kita bekerja keras untuk memulihkan keadaan sehingga rekonstruksi dan rehabilitasi bisa segera dimulai," ujar Prabowo.