
Borobudur Marathon 2025: Event yang Menggerakkan Ekonomi dan Wisata
Perhelatan lomba lari Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 sukses digelar di kawasan Borobudur Kabupaten Magelang pada Minggu, 16 November 2025 pagi. Acara tahunan ini berhasil menarik partisipasi sebanyak 11.500 pelari dari 38 negara. Bahkan, event ini telah mendapatkan status elite label dari World Olympic, menjadikannya salah satu lomba lari bergengsi di dunia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tidak hanya menjadi ajang olahraga, Borobudur Marathon 2025 juga memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. Dampaknya terasa nyata di berbagai sektor seperti penginapan, UMKM, transportasi, dan lainnya. Masyarakat setempat menyambut antusias acara ini dengan harapan bisa memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
Dampak Positif bagi Pelaku Usaha Penginapan
Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat positif dari penyelenggaraan Borobudur Marathon adalah Unfa Agustia, pengelola homestay Sandyakala di Dusun Brongkol, Desa Tanjungsari Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran acara ini membawa banyak perubahan dalam bisnis penginapannya.
“Saya pelaku usaha penginapan merasa diuntungkan. Karena dengan adanya event seperti ini, makin cuan,” ujarnya. Menurut Unfa, Borobudur Marathon menjadi faktor utama yang mendorong perkembangan usahanya. Pada pertengahan 2023, ia mulai membangun homestay dengan tiga kamar deluxe. Saat itu, pembangunan masih dalam tahap awal. Namun, menjelang penyelenggaraan Borobudur Marathon 2023, ada antrean pesanan orang menginap bahkan enam bulan sebelum acara berlangsung.
“Itu yang memacu kami supaya homestay cepat jadi pembangunannya. Kalau enggak, mungkin saja belum jadi pada saat itu,” katanya. Unfa mengatakan bahwa homestay Sandyakala telah menjadi bagian dari penyelenggaraan Borobudur Marathon sebanyak tiga kali hingga 2025.
Partisipasi UMKM dalam Acara
Direktur Utama Bank Jateng Irianto Harko Saputro menyampaikan bahwa acara ini juga melibatkan partisipasi puluhan pelaku UMKM di dalam area penyelenggaraan. Mereka terangkum dalam program Bank Jateng Pawone dan Berdikari. Program ini mencakup pelaku usaha kuliner serta kerajinan dan fesyen.
“Ada 46 UMKM Berdikari dan 20 UMKM Pawone menjadi satu. Kita ingin dampak bisa dirasakan selain untuk pelari, juga seluruh masyarakat Jawa Tengah khususnya di Magelang,” katanya. Ia berharap kegiatan lomba lari ini memberikan dampak ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat sekitar.
Prediksi Peningkatan Perputaran Ekonomi
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyampaikan bahwa jumlah peserta pada Borobudur Marathon 2025 ini meningkat 1.000 orang dibandingkan pada 2024 yang mencapai 10.500 orang pelari. Dengan peningkatan jumlah peserta, diprediksi perputaran ekonomi akan meningkat di atas Rp 73,9 miliar yang pernah dicapai pada 2024.
“Kita ingin mendorong lebih banyak perputaran ekonomi yang ada di kawasan ini,” ujar Sumarno. Prediksi tersebut didasarkan pada data perputaran ekonomi yang naik pada penyelenggaraannya. Tercatat data perputaran ekonomi Borobudur Marathon 2017 mencapai Rp 1,5 miliar. Pada 2018 meningkat menjadi Rp 26,5 miliar. Kemudian 2019 bertambah menjadi Rp 30,5 miliar. Data terakhir pada 2023 mencapai Rp 61,6 miliar, dan 2024 meningkat menjadi Rp 73,9 miliar.
“Dan, tentu saja kami berharap pada tahun 2025 ini jauh lebih meningkat lagi, karena dari sisi partisipasi juga meningkat,” ucap Sumarno.