
Peran dan Fokus Bank Syariah Indonesia
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) akhir-akhir ini menjadi sorotan terkait wacana pemisahan unit syariah atau spin off BSI dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) ke Danantara. Wacana ini disebut akan menjadi salah satu agenda strategis dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan segera digelar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menanggapi isu tersebut, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyatakan bahwa hal itu merupakan ranah pemegang saham. Ia menegaskan bahwa saat ini fokus perseroan adalah meningkatkan kinerja sesuai ekspektasi stakeholder, termasuk para pemegang saham.
“Terkait dengan adanya informasi tersebut, BSI akan mengikuti keputusan pemegang saham dan tunduk pada ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Sejak 2021, kehadiran BSI membuktikan bahwa bank syariah dengan aset besar mampu mendorong peningkatan penetrasi pasar keuangan syariah sebesar 7% hingga 8%. Keberadaan BSI juga menjadi komitmen pemerintah untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai arus baru pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini, BSI diperkirakan mengelola lebih dari 22 juta pelanggan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Kinerja dan Ekspansi Bisnis
Anggoro menambahkan bahwa BSI setiap tahunnya mampu mencatatkan kinerja optimal dengan rasio keuangan yang tumbuh di atas rata-rata industri perbankan nasional. Hal ini memacu perusahaan untuk terus melakukan ekspansi bisnis, sehingga menjadikan bank syariah sebagai pilihan utama masyarakat.
Memasuki kuartal III/2025, BSI terus memacu ekspansi bisnis agar sesuai dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Terutama berbasis konsumer dan ritel, serta produk unik seperti haji dan emas.
Potensi Jika Berdiri Sendiri
Pengamat Keuangan Syariah Sutan Emir Hidayat sebelumnya menyatakan bahwa kinerja BSI berpotensi melesat jika menjadi entitas yang lebih mandiri. Ia menilai pengalihan kepemilikan ini juga akan berdampak pada strategi pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia secara keseluruhan. Dengan pemisahan, BSI akan lebih leluasa dalam menentukan arah bisnisnya.
“Kinerja BSI sedang sangat baik. Jika menjadi entitas yang lebih mandiri, ruang geraknya akan lebih luas, fleksibel, dan fokus pada pengembangan pasar keuangan syariah nasional. Ini bisa menjadi peluang BSI untuk melesat lebih jauh,” ujarnya.
Selain itu, Sutan menyebut bahwa rencana tersebut dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap BSI. Apalagi, saat ini BSI telah menjadi bullion bank, sama seperti Pegadaian. Menurutnya, harga emas yang sedang tinggi membuat keputusan strategis ini menjadi peluang naiknya harga saham BSI.
Perlu Proses yang Cermat
Meski demikian, Sutan mengingatkan bahwa proses pemisahan perlu dilakukan secara hati-hati. Ia menekankan bahwa BSI selama ini mendapat dukungan besar dari Bank Mandiri, baik dari infrastruktur, likuiditas, maupun jaringan. Jika pemisahan dilakukan, diperlukan masa transisi yang terencana dan mekanisme pengalihan dukungan yang jelas agar tidak terjadi gangguan pada operasional maupun persepsi pasar.
Menurutnya, ada tiga faktor utama keberhasilan pemisahan BSI dari Bank Mandiri. Pertama, tata kelola dan manajemen risiko yang kuat. Kedua, permodalan yang cukup dan berkelanjutan. Ketiga, roadmap transisi yang terukur dan transparan.
Apabila ketiga faktor ini terpenuhi, BSI tidak hanya siap lepas, tetapi juga berpotensi menjadi pemain utama dalam industri perbankan syariah di kawasan regional.
Penolakan Komentar dari Danantara
Sementara itu, Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani enggan menanggapi wacana pemisahan BSI dari Bank Mandiri. Saat dikonfirmasi mengenai rencana tersebut, Rosan tidak berkomentar banyak.
“Ya terima kasih ya,” jawabnya singkat, usai menghadiri agenda HIPMI-Danantara Indonesia Business Forum 2025 di Kempinski, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).
Bank Syariah Indonesia Tbk. - TradingView