Bos Bulog soal stok beras 3,35 juta ton: Siap untuk Lebaran

admin.aiotrade 09 Jan 2026 2 menit 10x dilihat
Bos Bulog soal stok beras 3,35 juta ton: Siap untuk Lebaran

DIREKTUR Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan stok beras tersedia 3.351.900 ton yang tercatat pada 8 Januari 2026. Jenis beras public service obligation sebanyak 3.238.103 ton dan komersial 113.797 ton.

“Kesiapan stok ini untuk menghadapi Imlek dalam waktu dekat, Ramadan, kemudian Lebaran,” katanya dalam konferensi pers di kantor BNPB pada Jumat, 9 Januari 2026.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam pemaparannya, stok beras paling banyak berada di Provinsi Jawa Timur berjumlah 806.248 ton dan disusul Sulawesi Barat berjumlah 565.587 ton. Lalu di Jawa Barat berjumlah 526.867 ton dan Jakarta 249.668 ton.

Rizal mengatakan stok yang ada akan terus bertambah seiring dengan hasil panen selanjutnya yang didata oleh Kementerian Pertanian. Pada tahun 2026 pun Bulog menargetkan dapat menyerap hingga 4 juta ton. Sehingga total cadangan beras pemerintah sekitar 7 juta ton.

Stok yang ada akan diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri. “Kalau ada potensi ekspor, kami ke Timor Leste atau Papua Nugini atau bahkan ke Malaysia,” ujarnya.

Langkah ekspor akan dilakukan seiring dengan keputusan pemerintah yang tidak lagi mengimpor beras konsumsi mulai 2026. Presiden Prabowo Subianto juga mengklaim bahwa Indonesia sudah swasembada beras mulai Desember 2025.

Rizal mengklaim puncak swasembada beras pada 2025 terjadi setelah Bulog mampu menampung 4,5 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) pada Juli 2025. Dia berharap swasembada beras terus berlanjut agar negara lebih sejahtera.

“Harapannya nanti peluangnya ekspor, yang kedua potensi ke depan harga beras satu harga dari Sabang sampai Merauke,” tuturnya.

Harga yang dimaksud termasuk dalam produk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Rizal bercita-cita satu harga beras dapat tercapai seperti harga bahan bakar minyak yang diberlakukan oleh PT Pertamina (Persero).

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan