Bos Danantara: 192 Perusahaan Tertarik Program Waste to Energy, Investasi Rp91 Triliun

admin.aiotrade 10 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Bos Danantara: 192 Perusahaan Tertarik Program Waste to Energy, Investasi Rp91 Triliun


aiotrade.app, JAKARTA — CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa ada sebanyak 192 perusahaan yang telah menyatakan minat untuk bergabung dalam program waste to energy (WtE) atau pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Proyek ini direncanakan akan dijalankan di 33 daerah di seluruh Indonesia.

"Ada perusahaan dari Jepang, Australia, Singapura, dan Malaysia. Minat mereka cukup tinggi. Baik perusahaan lokal maupun asing, jumlahnya banyak. Saya sendiri terkejut karena jumlahnya sangat besar," ujar Rosan saat berbicara di sela-sela Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025 di JCC, Jakarta, Jumat (10/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Rosan memperkirakan kebutuhan investasi untuk mengembangkan proyek PSEL di 33 titik mencapai sekitar Rp91 triliun. Menurutnya, forum seperti IISF memiliki peran penting karena bisa menjadi ajang untuk menarik partisipasi pelaku usaha dalam proyek WtE.

"Sehingga mereka memahami bahwa kebijakan-kebijakan yang semakin terintegrasi dan kolaboratif antarkementerian, antarbadan, serta dunia usaha saat ini. Indonesia juga memiliki komitmen kuat untuk mencapai net zero emisi pada tahun 2060, termasuk dalam bidang energi terbarukan," jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menilai proyek WtE yang digagas oleh Danantara tidak hanya menarik secara bisnis, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara luas.

"Tadi Pak Rosan menyampaikan angka Rp91 triliun, saya yakin multiplikasinya akan berkali-kali lipat. Jika proyek ini dapat dilakukan dengan keterlibatan investasi dari luar negeri serta transfer teknologi, maka akan menjadi pemberdayaan yang luar biasa," ucap Anindya.

Beberapa emiten ternyata sudah tercatat masuk dalam daftar 192 perusahaan yang menyatakan minat dalam proyek PSEL. Salah satunya adalah PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA), yang kini memiliki dua portofolio proyek PSEL, masing-masing berlokasi di Tangerang Selatan dan Jakarta. Dua lokasi ini termasuk dalam 10 kota awal yang akan menjadi awal peluncuran proyek PSEL Danantara, dari total 33 daerah yang ditargetkan.

Salah satu portofolio OASA telah ditetapkan sebagai pemenang lelang untuk proyek di Tangerang Selatan pada April 2025. Untuk proyek ini, OASA melalui unit usahanya, PT Indoplas Energi Hijau (IEH) akan bekerja sama dengan mitra penyedia teknologi asal China, China Tianying Inc (CNTY), dalam membangun PSEL dengan nilai investasi sebesar Rp2,65 triliun.

Proyek PSEL ini diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2028 dan mulai berjalan penuh pada 2029. Pembangkit listrik tenaga sampah ini diperkirakan mampu menghasilkan 23 megawatt (MW) yang berasal dari pengelolaan sampah sebesar 1.100 ton per hari.

Inisiatif Proyek PSEL dan Potensi Ekonomi

Proyek PSEL ini tidak hanya menjadi solusi untuk pengelolaan sampah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan adanya proyek ini, diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas lingkungan, dan mendukung target pemerintah dalam mengurangi emisi karbon.

Selain itu, kerja sama dengan perusahaan asing seperti China Tianying Inc (CNTY) menunjukkan bahwa proyek ini juga menjadi peluang bagi transfer teknologi dan peningkatan kapasitas lokal. Hal ini sangat penting dalam memastikan keberlanjutan dan efisiensi operasional proyek PSEL.

Dalam konteks yang lebih luas, proyek ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, proyek PSEL diharapkan mampu menjadi contoh sukses dalam menggabungkan inovasi teknologi, kebijakan pemerintah, dan partisipasi swasta.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan