Bos Danantara: Freeport Setuju Lepas 12% Saham ke RI Tanpa Bayar

admin.aiotrade 30 Sep 2025 3 menit 21x dilihat
Bos Danantara: Freeport Setuju Lepas 12% Saham ke RI Tanpa Bayar
Featured Image

Kesepakatan Freeport untuk Melepas Saham 12 Persen ke Indonesia

CEO Danantara Rosan P Roeslani mengungkapkan bahwa Freeport McMoran telah menyetujui pelepasan saham sebesar 12 persen kepada pemerintah Indonesia secara gratis. Keputusan ini diambil setelah pertemuan antara Rosan dengan CEO Freeport McMoran, Kathleen Quirk, dan Chairman Richard Adkerson di Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Rosan menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut merupakan hasil dari proses negosiasi yang berlangsung cukup intens. Sebelumnya, rencana pelepasan saham hanya mencapai 10 persen. Namun, melalui perundingan yang dilakukan, angka tersebut meningkat menjadi 12 persen.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Mereka (Freeport) sudah menyetujui untuk 12 persen (pelepasan saham untuk Indonesia). Kemarin saya juga di Amerika Serikat bertemu dengan pimpinannya langsung, dengan CEO-nya langsung dan owner-nya,” ujar Rosan saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian Investasi, Jakarta, Selasa (30/9/2025).

Ia menegaskan bahwa penyerahan saham tersebut dilakukan tanpa biaya apapun. “Dan mereka sudah menyetujui untuk memberikan free of charge (tanpa biaya), ya saham 12 persen,” tambahnya.

Rencana Pembangunan Sekolah dan Universitas di Papua

Selain itu, Freeport juga menyampaikan rencana untuk membangun dua sekolah dan dua universitas di Papua. Tujuan dari pembangunan fasilitas pendidikan tersebut adalah untuk meningkatkan jumlah tenaga medis dan dokter di wilayah tersebut.

Rencana ini dibahas dalam pertemuan antara para pemimpin Freeport dan pihak terkait di AS. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat Papua.

Perubahan Pemegangan Saham Freeport oleh Pemerintah

Sebagai informasi, pemerintah Indonesia kini memiliki 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI), setelah sebelumnya hanya sebesar 9 persen. Penambahan saham ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kontrol pemerintah atas perusahaan tambang besar tersebut.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyetujui penambahan saham Freeport lebih dari 10 persen. Ia bahkan meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk mempercepat komunikasi terkait proses penambahan saham tersebut.

“Saya diminta untuk bisa melakukan komunikasi percepatan. Dan kalau itu sudah fix, Insha Allah Freeport akan kita pertimbangkan untuk melakukan kelanjutan daripada kontrak,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2025).

Proses Negosiasi yang Berjalan Baik

Bahlil menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut, Presiden mempertanyakan proses negosiasi yang sedang berlangsung. Menurutnya, negosiasi penambahan saham berjalan baik dengan rencana divestasi lebih dari 10 persen.

“Saya dipanggil untuk ditanyakan tentang kesepakatan. Dan tadinya awalnya kita sepakat untuk penambahan saham 10 persen Freeport. Tapi tadi berkembang negosiasi yang Insha Allah katanya lebih dari itu,” jelas Bahlil.

Ia juga menyampaikan bahwa perkembangan negosiasi berjalan positif. Awalnya, penambahan saham Freeport hanya direncanakan sebesar 10 persen, namun kini ada kemungkinan melebihi angka tersebut.

Harga Akuisisi Saham yang Terjangkau

Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan bahwa harga akuisisi saham sebesar 10 persen dinilai relatif murah. Hal ini karena valuasi aset Freeport dianggap masih rendah.

“Karena valuasi asetnya kan kita anggap itu sudah nilai bukunya sangat tipis sekali. Tetapi itu kan terjadi untuk sampai dengan 2041,” tandas Bahlil.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan