Boston Furnitures (SOFA) Akan Lepas Bisnis Furnitur dan Tancapkan Kaki di Energi

admin.aiotrade 16 Nov 2025 2 menit 12x dilihat
Boston Furnitures (SOFA) Akan Lepas Bisnis Furnitur dan Tancapkan Kaki di Energi


aiotrade.CO.ID - JAKARTA.

PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) mengumumkan rencana untuk melakukan divestasi bisnis furnitur pada kuartal pertama tahun 2026. Rencana ini muncul setelah adanya perubahan kepemilikan saham yang dilakukan oleh PT Asia Investment Capital (AIC), seiring dengan penyelesaian transaksi pada 24 Oktober 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Utama Boston Furniture Industries, Yohan Satya, menyatakan bahwa pihaknya sedang meninjau potensi untuk menjual bisnis utamanya, yaitu furnitur. Ia juga menegaskan bahwa perseroan sedang mempersiapkan proses valuasi terhadap bisnis furnitur sebagai bagian dari prosedur divestasi.

"Sejalan dengan hal tersebut, perseroan juga sedang mempersiapkan proses penghitungan valuasi atas bisnis furnitur sebagai bagian dari prosedur divestasi," ujar Yohan dalam keterbukaan informasi, Jumat (14/11/2025).

Rencana ini didasarkan pada hasil kajian ekonomi yang sedang berlangsung mengenai rencana pengembangan usaha di sektor energi terbarukan. Jika hasil kajian menunjukkan kelayakan dalam potensi bisnis di bidang energi, maka perseroan akan beralih fokus ke kegiatan usaha di bidang energi.

Saat ini, kajian masih terbatas pada regulasi dan aturan yang mendukung bisnis energi terbarukan. Sementara itu, mekanisme aksi korporasi ini akan dijalankan melalui anak perusahaan, yakni PT Pratama Satya Prima (PSP). SOFA akan bertindak sebagai perusahaan holding yang mengendalikan lini usaha baru ini.

Adapun, perseroan membidik divestasi bisnis furnitur akan dilaksanakan pada kuartal I-2026. Divestasi ini akan dilakukan dengan memastikan keberlangsungan operasional melalui pengaturan transisi yang terstruktur dan penyerahan fungsi operasional yang bertahap.

"Kami juga memastikan, selama proses divestasi berlangsung, tidak terjadi gangguan hubungan dengan pemasok dan pelanggan," tambah Yohan.

Ia menjelaskan rencana timeline atas aksi korporasi tersebut, meliputi:
Pada tiga bulan pertama, akan menyelesaikan kajian dan seleksi, serta penentuan potensi kerja sama dengan pihak yang memiliki pengalaman di bidang energi.
Pada empat bulan kedua, akan menyelesaikan kerja sama dengan pihak yang memiliki pengalaman di bidang energi.

Namun, dampak wacana divestasi dan aksi korporasi terhadap bisnis belum jelas. Hingga saat ini, perseroan belum merilis laporan keuangan hingga kuartal III-2025.

Namun, jika dilihat dari sepanjang separuh pertama 2025, kinerja keuangan SOFA terpantau tak bertumbuh signifikan. Hingga Juni 2025, SOFA membukukan pendapatan yang melemah 2,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) ke Rp 23,1 miliar, meskipun laba bersih naik 5,6% yoy ke Rp 561 juta.

Sejak didirikan tahun 2012, Boston Furniture Industries bergerak di industri furnitur berbahan kayu dan logam.


SOFA Chart
by TradingView

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan