
Peningkatan Laporan Pengiriman Warga Sulut ke Kamboja
Selama tahun 2025, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara (Sulut) telah menerima sebanyak 45 laporan terkait pemberangkatan warga asal Sulut ke Kamboja. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat 15 laporan. Kenaikan sebesar 200 persen ini menunjukkan adanya peningkatan minat warga untuk bekerja di negara tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Kepala BP3MI Sulut, Syachrul Afriyadi, melalui Pengantar Kerja Ahli Pertama, Jordy Subekti, setiap laporan yang masuk tidak hanya berisi informasi tentang satu individu. Beberapa laporan juga menyebutkan keberangkatan secara rombongan atau dalam kelompok besar.
Jordy menjelaskan bahwa saat ini, warga Sulut semakin nekat untuk melakukan perjalanan ke Kamboja. Hal ini disebabkan oleh ketatnya pengawasan di Bandara Sam Ratulangi Manado. Akibatnya, banyak warga memilih titik keberangkatan lain, seperti Gorontalo, sebagai jalur alternatif.
“Mereka sekarang lebih nekat. Berdasarkan informasi yang kami terima, warga Sulut kini menggunakan jalur baru, yaitu dari Gorontalo ke Jakarta, kemudian menuju ke negara tujuan,” ujar Jordy.
Dari data yang diperoleh, BP3MI Sulut telah menerima tiga laporan terkait keberangkatan warga Sulut via Gorontalo menuju Kamboja. Namun, hanya satu dari tiga laporan tersebut yang berhasil digagalkan setelah dilakukan koordinasi dengan BP3MI pusat.
“Warga Sulut yang lewat Gorontalo itu diamankan di Jakarta,” tambah Jordy.
Selain itu, sejak awal tahun 2025, BP3MI Sulut telah menggagalkan puluhan warga Sulut yang ingin berangkat ke Kamboja di Bandara Sam Ratulangi Manado. Kolaborasi dengan Polsek Bandara menjadi salah satu faktor utama dalam keberhasilan pencegahan ini.
Jordy menegaskan bahwa alasan warga Sulut nekat pergi ke Kamboja adalah karena iming-iming gaji besar. Selain itu, syarat kerja di negara tersebut dinilai relatif mudah dibandingkan dengan tempat lain.
- Keberangkatan warga Sulut ke Kamboja meningkat tajam pada tahun 2025.
- BP3MI Sulut menerima 45 laporan sepanjang tahun 2025.
- Angka ini naik 200 persen dibandingkan tahun 2024.
- Banyak warga memilih jalur alternatif karena pengawasan ketat di Bandara Manado.
- Tiga laporan keberangkatan via Gorontalo diterima, namun hanya satu yang berhasil digagalkan.
- Kolaborasi dengan Polsek Bandara membantu pencegahan keberangkatan ilegal.
- Alasan utama warga Sulut pergi ke Kamboja adalah gaji besar dan syarat kerja yang mudah.