BPBD Bandung Usulkan Perbaikan Rumah Terdampak Longsor Soreang

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
BPBD Bandung Usulkan Perbaikan Rumah Terdampak Longsor Soreang
BPBD Bandung Usulkan Perbaikan Rumah Terdampak Longsor Soreang

Penanganan Bencana di Kabupaten Bandung

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung akan merekomendasikan rehabilitasi rumah yang terdampak bencana di Kampung Cileutik RT 2 RW 14, Desa Sukajadi, Kecamatan Soreang. Sebagai langkah cepat penanggulangan, BPBD memberikan bantuan berupa terpal dan sembako kepada warga terdampak sambil terus memantau kondisi mereka.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Beni Sonjaya, menyampaikan bahwa terdapat dua rumah yang terdampak longsor di Kampung Cileutik RT 2 RW 14 Desa Sukajadi beberapa waktu lalu. Pihaknya segera menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana di seluruh Kabupaten Bandung. Untuk warga terdampak longsor di Desa Sukajadi, bantuan yang diberikan antara lain berupa terpal sebagai sarana perlindungan sementara.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Kami (Bidang Kedaruratan dan Logistik) segera menyalurkan bantuan kepada tiap-tiap warga terdampak bencana di Kabupaten Bandung. Untuk warga terdampak longsor di Desa Sukajadi, kami sudah memberikan bantuan, di antaranya terpal (sarana perlindungan sementara)," ucap Beni pada Jumat 7 November 2025.

Perihal penanggulangan lanjutan, sepengetahuan Beni, BPBD melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyampaikan rekomendasi ke organisasi perangkat daerah (OPD) teknis sesuai tugas dan fungsi. Misalnya, untuk bencana yang berdampak pada jembatan maupun tembok penahan tanah (TPT), rekomendasi disampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Untuk yang berdampak pada rumah, rekomendasi disampaikan ke Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan (Disperkimtan).

Beni menjelaskan bahwa sebanyak dua rumah terdampak longsor di Desa Sukajadi, Soreang, pada Selasa 4 November 2025. Longsoran itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi secara terus-menerus beserta angin kencang.

"Longsor dari tebing. Area yang longsor 3x3,5 meter. Longsor nihil korban jiwa. Namun, material longsoran mengenai bagian ruangan dari dua rumah," ujar dia.

Hibah Sirine Tsunami untuk Jawa Barat

Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyerahkan hibah delapan sirine tsunami kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam keterangan resmi BMKG, delapan sirene terdiri atas dua sirine utama yang dipasang di Telkom Pangandaran dan Bojongsalawe Parigi, serta enam sirine rekayasa yang ditempatkan di titik-titik strategis yaitu Balawista Pangandaran, Pos IV PPKM Pangandaran, Kantor Kecamatan Pangandaran, Kantor Satwas SD2-KP Sukabumi, Tower Balawista Citepus, dan Kantor Pusat Informasi Geopark Ciletuh.

Sementara itu, dua aktivator akan ditempatkan di BPBD Kabupaten Pangandaran dan juga BPBD Kabupaten Sukabumi. Penyerahan hibah sirine tsunami tersebut digelar di Gedung Sate pada Kamis 6 November 2025, antara Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terus menunjukkan komitmen tinggi dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana, baik hidrometeorologi maupun geofisika.

“Jawa Barat ini juga daerah yang rawan gempa dan tsunami, ini sepanjang tahun ya, maka akan dilakukan serah terima delapan sirine tsunami yang dipasang di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Sukabumi di Pelabuhan Ratu. Ada delapan dan juga ada dua aktivatornya yang dipasang di BPBD kedua kabupaten tersebut,” ungkap Faisal.

Faisal menjelaskan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi keempat di Indonesia yang menerima hibah sirine tsunami dari BMKG, setelah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Bali. Program ini juga menjadi yang pertama dilaksanakan di Pulau Jawa.

“Harapannya tentunya nanti dengan adanya delapan sirine yang akan kita fungsikan, BPBD di Jawa Barat akan lebih siap untuk menyiapkan warga masyarakat yang ada di daerah rentan agar segera mengambil tindakan penyelamatan ketika nanti BMKG memberikan informasi peringatan gempa bumi yang berpotensi tsunami,” tutur Faisal.

Faisal turut menyampaikan kondisi terkini cuaca dan potensi bencana di wilayah Jawa Barat. Ia menjelaskan bahwa provinsi ini merupakan salah satu wilayah dengan tingkat risiko bencana hidrometeorologi tertinggi di Indonesia.

BMKG memprakirakan puncak musim hujan di Jawa Barat akan berlangsung hingga Maret 2026. Selain potensi hujan ekstrem, wilayah ini juga memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan juga tsunami karena berada dekat zona subduksi selatan Jawa.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan