
Sistem Peringatan Dini Banjir di Kota Denpasar
BPBD Kota Denpasar telah mengambil langkah proaktif dalam memperkuat sistem peringatan dini banjir dengan memasang Early Warning System (EWS) di delapan titik strategis. Pemasangan EWS ini bertujuan untuk memantau debit air di berbagai bendungan atau DAM serta kawasan rawan banjir seperti Pasar Badung.
Beberapa lokasi yang menjadi target pemasangan EWS antara lain:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
- DAM Mertagangga di Ubung
- DAM Sempol di Jalan Tukad Badung
- DAM Dadas di Jalan Mahendradata Selatan
- DAM Umadui di Jalan Gunung Soputan
- DAM Lange di Jalan Tukad Lange Monang Maning
- Tukad Rangda di Jalan Pemelisan Bypass Ngurah Rai
- DAM Buagan di Banjar Buagan
- Jembatan penghubung Pasar Badung dan Pasar Kumbasari
Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Anak Agung Surya Kencana menjelaskan bahwa EWS ini berfungsi sebagai alat pemantau yang akan memberikan informasi real-time tentang tingkat debit air saat hujan.
"Kami melakukan pemantauan debit air melalui Pusdalops," katanya pada Rabu, 17 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa khusus di kawasan Pasar Badung sedang dilakukan pemasangan sistem peringatan lengkap yang dilengkapi dengan pengeras suara.
"Jika air mulai naik, akan ada imbauan dari pengeras suara untuk siaga," jelasnya.
Selain itu, jika air meluap dan meluber, sistem alarm akan aktif. Namun, proses pemasangan sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan karena adanya kendala terkait pasokan listrik.
Kesiapsiagaan BPBD Kota Denpasar
Kalaksa BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa menyatakan bahwa pihaknya selalu siaga menghadapi musim penghujan.
"Kami secara rutin setiap hari menyiagakan TRC, tim ambulan, dan pusdalops," katanya.
Untuk menghadapi potensi bencana hydrometeorologi, BPBD juga menyiapkan berbagai peralatan seperti chainsaw dan mesin sedot air. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan berbagai instansi seperti Damkar, DLHK, PUPR, desa/kelurahan, Polresta, dan Kodim.
Upaya Wali Kota Denpasar
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengungkapkan bahwa pihaknya juga melakukan berbagai upaya preventif untuk mengurangi risiko banjir. Salah satunya adalah penggelontoran saluran air dan drainase.
"Kami juga telah memperbaiki drainase. Karena akibat pembangunan ada proses pengendapan, itu kami maksimalkan," paparnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan BMKG terkait perkembangan cuaca.
"Kami sudah memiliki unit gawat darurat. Sudah kami siapkan," tambahnya.
Beberapa sungai seperti Tukad Badung dan Tukad Loloan juga telah dilakukan pengerukan sedimentasi untuk memastikan kelancaran aliran air.