BPBD Kota Sorong Siapkan Rencana Banjir Sebelum Akhir November 2025

admin.aiotrade 25 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
BPBD Kota Sorong Siapkan Rencana Banjir Sebelum Akhir November 2025
BPBD Kota Sorong Siapkan Rencana Banjir Sebelum Akhir November 2025

Penyusunan Rencana Kontinjensi Banjir di Kota Sorong

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong, Herlin Sasabone, mengungkapkan bahwa penyusunan dokumen rencana kontinjensi banjir telah rampung pada akhir November 2025. Dokumen ini dibuat sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi banjir yang sering terjadi setiap tahun di wilayah tersebut.

Herlin menjelaskan bahwa rencana kontinjensi ini masih berada dalam tahapan FGD awal dan akan menjadi acuan utama saat bencana terjadi. “Ini adalah langkah awal yang penting untuk memastikan bahwa semua pihak siap merespons jika banjir terjadi,” ujarnya pada Jumat (24/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Banjir sering terjadi di Kota Sorong, yang merupakan Ibu Kota Provinsi Papua Barat Daya. Data dari BPBD menunjukkan bahwa sembilan dari sepuluh distrik rutin melaporkan genangan air yang berpotensi menyebabkan banjir setiap tahun. Menurut Herlin, jika genangan tidak surut dalam beberapa jam, maka kondisi tersebut sudah bisa dikategorikan sebagai banjir.

Untuk menyusun dokumen rencana kontinjensi, BPBD Kota Sorong bekerja sama dengan Tim Konsultan dari Makassar. Selain itu, pihaknya juga melibatkan berbagai pihak lintas sektor, termasuk TNI, Polri, akademisi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan seluruh perangkat daerah (PD).

“Setiap PD memberikan data, sumber daya manusia, peralatan, maupun kendaraan operasional yang tersedia saat tanggap darurat,” kata Herlin.

Rencana kontinjensi banjir memiliki fungsi sebagai rencana operasional terpadu untuk penanganan darurat bencana. Dokumen ini juga menjadi pedoman bagi simulasi serta pelatihan di wilayah rawan banjir. Dengan adanya rencana ini, diharapkan respons terhadap bencana dapat lebih cepat dan efektif.

Herlin menambahkan bahwa selain banjir, rencana kontinjensi untuk potensi bencana lain di Kota Sorong akan disusun secara bertahap. “Tahun ini kita fokus pada banjir. Tahun depan, jika memungkinkan, kita akan membuat rencana kontinjensi untuk gempa bumi,” pungkasnya.

Proses Penyusunan Dokumen Rencana Kontinjensi

Penyusunan dokumen rencana kontinjensi dilakukan melalui proses kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Berikut adalah langkah-langkah utama dalam penyusunan dokumen:

  • Pemetaan Risiko: BPBD melakukan pemetaan risiko banjir di berbagai distrik untuk menentukan area yang paling rentan.
  • Koordinasi Lintas Sektor: Pihak BPBD bekerja sama dengan TNI, Polri, LSM, dan akademisi untuk memastikan keterlibatan semua stakeholder.
  • Pengumpulan Data: Setiap perangkat daerah menyampaikan data terkait sumber daya manusia, peralatan, dan kendaraan yang tersedia dalam situasi darurat.
  • Simulasi dan Pelatihan: Dokumen rencana kontinjensi digunakan sebagai pedoman untuk simulasi dan pelatihan di wilayah rawan banjir.

Dengan adanya rencana kontinjensi, diharapkan pemerintah daerah dapat lebih siap menghadapi ancaman bencana. Hal ini juga akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya persiapan diri dalam menghadapi bencana alam.

Langkah-Langkah Pencegahan Banjir

Untuk mencegah banjir, pemerintah daerah dan masyarakat perlu bersama-sama melakukan langkah-langkah pencegahan. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

  • Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Masyarakat perlu diberikan edukasi tentang cara menghadapi banjir dan tindakan pencegahan.
  • Pemeliharaan Infrastruktur: Memastikan saluran air dan sistem drainase berfungsi dengan baik.
  • Perbaikan Sistem Peringatan Dini: Mengembangkan sistem peringatan dini yang efektif untuk memberi waktu cukup kepada masyarakat untuk bersiap.
  • Kolaborasi dengan Pihak Terkait: Melibatkan berbagai pihak seperti TNI, Polri, dan LSM dalam kegiatan pencegahan dan penanggulangan banjir.

Dengan kombinasi langkah-langkah tersebut, diharapkan banjir dapat diminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan