BPBD Nunukan Bangun Jembatan Darurat di Sebatik Tengah, Jaga Akses Warga dan Siswa

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 36x dilihat
BPBD Nunukan Bangun Jembatan Darurat di Sebatik Tengah, Jaga Akses Warga dan Siswa
BPBD Nunukan Bangun Jembatan Darurat di Sebatik Tengah, Jaga Akses Warga dan Siswa

Penanggulangan Bencana di Nunukan: Jembatan Putus Akibat Cuaca Ekstrem

Pada hari Kamis (06/11/2025) dini hari, jembatan yang terletak di RT 14, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, mengalami kerusakan serius hingga putus. Peristiwa ini disebabkan oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Dampaknya, aktivitas masyarakat sekitar terganggu, termasuk akses menuju sekolah dan kebutuhan harian warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan segera merespons situasi ini. Kepala BPBD Nunukan, Arief Budiman, menjelaskan bahwa petugas telah turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi jembatan dan memastikan tindakan penanggulangan dilakukan secara cepat. Ia menyampaikan bahwa pihaknya sedang menyiapkan bahan-bahan untuk membangun jembatan darurat agar masyarakat tetap dapat beraktivitas.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Sementara kami siapkan bahan untuk jembatan daruratnya. Saya baru saja pulang dari lokasi,” kata Arief Budiman kepada media, Jumat (07/11/2025), sore.

Pembangunan Jembatan Darurat

Jembatan darurat akan dibangun tidak jauh dari lokasi jembatan yang rusak. Lokasi ini dipilih karena dekat dengan titik jembatan yang ambruk. Selain itu, sungai di sekitar area tersebut sudah mulai surut, sehingga anak-anak sekolah dan warga masih bisa menyeberang secara manual sementara waktu.

“Lokasinya dekat jembatan yang putus. Karena sungainya agak dangkal, anak sekolah dan warga masih bisa menyeberang sementara di situ,” ujarnya.

Jembatan darurat ini dirancang untuk digunakan oleh pejalan kaki dan pengendara sepeda motor. Sedangkan untuk kendaraan roda empat, BPBD menyiapkan akses jalan alternatif yang berjarak sekitar 20 meter dari titik longsoran.

“Rencana kami, jembatan darurat untuk warga dan sepeda motor, sementara akses baru untuk roda empat,” tambah Arief Budiman.

Dampak Terhadap Masyarakat

Putusnya jembatan ini memberikan dampak signifikan bagi masyarakat setempat. Sekitar 23 kepala keluarga terdampak langsung akibat perubahan akses transportasi. Salah satu yang terkena dampak adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Furqan, yang memiliki 50 siswa. Karena akses menuju sekolah terputus, pihak sekolah memutuskan untuk meliburkan siswa sementara waktu.

Arief Budiman menjelaskan bahwa penyebab utama kerusakan jembatan adalah abrasi di bagian bawah struktur akibat arus sungai yang deras. Hal ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Sebatik dalam beberapa hari terakhir.

“Jembatan terputus karena abrasi di bagian bawah akibat arus air sungai yang cukup deras,” ujarnya.

Langkah Penanggulangan Berkelanjutan

BPBD Nunukan terus memantau kondisi terkini dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan semua langkah penanggulangan berjalan efektif. Selain pembangunan jembatan darurat, pihaknya juga melakukan survei lanjutan untuk mengevaluasi risiko bencana di wilayah sekitar.

Dengan adanya jembatan darurat, diharapkan aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Namun, proses pemulihan membutuhkan waktu dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan