BPBD Subang Pasang Geobag Hadapi Abrasi dan Banjir Rob Pantai Pondok Bali

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 11x dilihat
BPBD Subang Pasang Geobag Hadapi Abrasi dan Banjir Rob Pantai Pondok Bali
BPBD Subang Pasang Geobag Hadapi Abrasi dan Banjir Rob Pantai Pondok Bali

Upaya Mengatasi Banjir Rob di Pantai Mayangan

Pantai Pondok Bali, yang terletak di Desa Mayangan, Kecamatan Legonkupon, Kabupaten Subang, kini menghadapi ancaman dari gelombang air laut yang tinggi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak banjir rob yang bisa merusak lingkungan dan rumah-rumah warga sekitar. Untuk mengurangi risiko tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang bekerja sama dengan masyarakat setempat dalam memasang geobag sebagai langkah pencegahan.

Geobag, yang merupakan kantong berisi pasir, tanah, dan batu, digunakan untuk meninggikan permukaan pantai. Dengan demikian, saat air pasang datang, material pasir yang terbawa oleh ombak tidak dapat mencapai wilayah yang lebih dalam. “Ketika air pasang membawa material pasir, saat air surut pasirnya terhalang oleh geobag,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin, pada Selasa 11 November 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Udin, pemasangan geobag sudah dilakukan beberapa hari lalu, tetapi hingga saat ini masih belum selesai karena terkendala oleh ombak yang cukup kuat. Ia berharap, geobag yang dipasang kali ini dapat bertahan lebih lama dibandingkan geobag sebelumnya yang terbuat dari bahan karung.

Meskipun proses pemasangan belum selesai, manfaat dari geobag telah terlihat. Tumpukan pasir di belakang geobag telah mencapai ketinggian satu meter. Namun, Udin menyadari bahwa tumpukan geobag tersebut belum sepenuhnya efektif dalam mengurangi banjir rob di kawasan Pantai Mayangan.

Selama ini, banjir rob telah merendam banyak rumah di Desa Mayangan. Bahkan, gelombang air laut yang kuat pada bulan September 2025 sempat merobohkan beberapa rumah warga hingga harus dibangun kembali oleh BPBD Subang. Udin menjelaskan bahwa untuk mencegah banjir rob yang masuk ke permukiman, diperlukan tembok penahan ombak. Sementara itu, geobag digunakan untuk melindungi pantai agar lebih efektif.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan surat permohonan kepada BNPB melalui Pak Bupati. “Mudah-mudahan segera dikabulkan untuk Desa Mayangan, kira-kira 900 meter,” ujarnya.

Peringatan dari BMKG

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mencatat adanya peningkatan kecepatan angin di wilayah pesisir Pantai Utara Kabupaten Subang. Angin yang berasal dari arah barat diperkirakan bertiup dengan kecepatan hingga 15 knot. Kondisi ini disertai dengan peningkatan arus laut dan tinggi gelombang yang bisa mencapai lebih dari satu meter.

Oleh karena itu, warga sekitar diminta untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di sekitar pantai saat kondisi cuaca tidak stabil. Dengan peringatan ini, diharapkan masyarakat dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan sekitar.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan