Koordinasi Lintas Sektor dalam Pendistribusian Energi di Aceh
Pendistribusian energi di Aceh terus dipantau dan dikoordinasikan oleh Komite BPH Migas, khususnya untuk daerah yang terdampak banjir. Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menyampaikan bahwa pihaknya berupaya memastikan pasokan BBM dan LPG tetap optimal agar masyarakat dapat segera pulih dari dampak bencana.
“Kami pastikan Pemerintah Pusat bersinergi dengan Pemerintah Aceh bahu membahu mendistribusikan energi, khususnya ke wilayah yang masih terisolir. Dalam beberapa hari ke depan, distribusi BBM dan LPG diharapkan kembali normal sesuai arahan Presiden RI dan Menteri ESDM,” ujar Fathul.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
BPH Migas bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG di SPBU serta wilayah terdampak. Upaya ini dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas pascabanjir dapat segera pulih.
Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Terus Dipererat
Kepala Dinas ESDM Provinsi Aceh, Taufiq, menilai koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah berjalan lancar selama masa bencana. Ia mengucapkan terima kasih kepada BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga atas dukungan dan respon cepat dalam mendistribusikan BBM.
“Antrian di beberapa SPBU pun bisa cepat terurai. Kita berharap dukungan ini akan terus berlanjut,” ujarnya.

Kerahkan Seluruh Sumber Daya untuk Bantuan Kebutuhan Pokok dan Energi
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menegaskan komitmen perusahaan mendukung pemulihan wilayah terdampak banjir. Pertamina Patra Niaga mengerahkan seluruh sumber daya, baik untuk bantuan kebutuhan pokok maupun penyaluran energi.
“Berbagai moda distribusi digunakan, mulai dari darat, laut, hingga udara, seperti mobil tangki, perahu, kapal laut, pesawat perintis, helikopter, hingga air tractor,” ujar Roberth.
Langkah ini bertujuan memastikan pasokan BBM dan LPG tetap tersedia bagi masyarakat di Pidie Jaya dan wilayah lain yang terdampak banjir, sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas pascabanjir. Strategi multi moda ini diharapkan menjaga layanan energi tetap lancar meski akses ke beberapa daerah masih terbatas.

Ada Kebutuhan Mendesak di Dapur Umum Yakni Gas LPG dan Kompor
Sehari sebelumnya, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di Kabupaten Pidie Jaya. Bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami meminta Pertamina, melalui EGM Bapak Sunardi, untuk mendukung dapur umum. Kebutuhan mendesak saat ini adalah gas LPG dan kompor masak,” kata Fathul saat meninjau dapur umum.

Dengan pengawalan distribusi energi yang ketat, koordinasi lintas sektor, serta penyaluran bantuan, pemerintah dan Pertamina menargetkan pemulihan pascabanjir di Aceh berjalan cepat dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.