
aiotrade, JAKARTA — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sedang menjalani proses sertifikasi halal terhadap 3.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Proses ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kehalalan makanan yang disajikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyampaikan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) dan SPPG di bawahnya berada dalam pengawasan BPJPH sebagai perpanjangan tangan dalam memastikan kualitas dan kehalalan sajian MBG. Menurutnya, kepala dapur MBG juga mengikuti pelatihan yang bertujuan untuk menjadi wali amanah BPJPH dalam menjaga standar kehalalan makanan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kepala dapur itu ikut pelatihan dan menjadi kepanjangan tangan atau wali amanah daripada BPJPH,” ujar Haikal dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Selain itu, kepala SPPG juga bertindak sebagai penyelia halal yang memantau dan mengawasi standar kehalalan dari sajian MBG dari setiap dapur. Proses ini mencakup seluruh tahapan produksi, mulai dari pengadaan bahan hingga penyajian makanan kepada penerima manfaat.
“Karena itulah dia bisa mendapatkan sertifikat halal, dapurnya mendapatkan sertifikat halal dalam hal ini menu-menunya,” jelas Haikal.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyarankan agar SPPG memenuhi tiga jenis sertifikasi guna mencegah kasus keracunan dalam program MBG. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pihaknya akan mewajibkan sertifikasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Kemenkes serta sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) untuk proses penyajian, terutama yang berkaitan dengan standar gizi dan manajemen risiko.
Ketiga sertifikasi tersebut akan ditambah dengan rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Jadi Kementerian Kesehatan, BPOM, dan BGN nanti akan bekerja sama untuk melakukan sertifikasi ini, sebagai proses standarisasi awal minimalnya seperti apa. Kita juga sudah membahas bagaimana ada akselerasi dari sisi masing-masing sertifikasi agar prosesnya itu bisa cepat, kualitasnya baik, dan tidak ada biaya yang mahal-mahal,” kata Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Proses Sertifikasi yang Dilakukan
Berikut adalah beberapa langkah utama dalam proses sertifikasi halal yang dilakukan oleh BPJPH:
-
Pemantauan dan Pelatihan
Setiap kepala dapur MBG diwajibkan mengikuti pelatihan yang bertujuan untuk memahami standar kehalalan makanan. Pelatihan ini juga memberikan pengetahuan tentang cara mengelola dapur secara efisien dan aman. -
Pemantauan oleh Penyelia Halal
Kepala SPPG bertindak sebagai penyelia halal yang bertugas memantau seluruh proses produksi makanan, mulai dari pengadaan bahan hingga penyajian. Penyelia ini juga bertanggung jawab atas kualitas dan keamanan makanan yang disajikan. -
Pemeriksaan dan Evaluasi Berkala
Dapur-dapur MBG akan diperiksa secara berkala untuk memastikan bahwa semua proses sesuai dengan standar kehalalan. Evaluasi ini dilakukan oleh tim BPJPH bersama dengan pihak lain yang terkait. -
Penerbitan Sertifikat Halal
Setelah melalui proses evaluasi dan pemeriksaan yang memadai, dapur MBG akan diberikan sertifikat halal. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa makanan yang disajikan telah memenuhi standar kehalalan.
Kerjasama Antar Lembaga
Proses sertifikasi ini melibatkan beberapa lembaga, antara lain:
-
BPJPH
Bertanggung jawab atas pemeriksaan dan penerbitan sertifikat halal. -
Kemenkes
Memastikan bahwa proses penyajian makanan sesuai dengan standar kesehatan dan kebersihan. -
BPOM
Memberikan rekomendasi terkait keamanan dan kualitas makanan. -
BGN
Bertindak sebagai pengawas dan pemantau terhadap kualitas gizi dari makanan yang disajikan.
Manfaat Sertifikasi Halal
Sertifikasi halal memiliki beberapa manfaat penting, antara lain:
-
Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat
Sertifikat halal memberikan rasa aman dan percaya bagi masyarakat yang menerima makanan dari MBG. -
Memastikan Kualitas Makanan
Standar kehalalan yang ketat membantu memastikan bahwa makanan yang disajikan tetap berkualitas dan aman untuk dikonsumsi. -
Mencegah Kasus Keracunan
Dengan adanya sertifikasi, risiko terjadinya keracunan dapat diminimalkan karena semua proses telah dipantau dan diperiksa secara berkala.
Dengan adanya proses sertifikasi halal yang ketat, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.