BPOM Dorong Penggunaan Bahan Lokal untuk MBG

admin.aiotrade 06 Des 2025 3 menit 13x dilihat
BPOM Dorong Penggunaan Bahan Lokal untuk MBG

Peraturan Presiden 115/2025 Memperkuat Pengawasan MBG

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai mandat dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola MBG. BPOM mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggunakan bahan makanan lokal untuk memastikan keamanan pangan yang optimal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa Perpres 115/2025 memberikan enam mandat strategis kepada BPOM dalam pelaksanaan MBG. Tiga di antaranya adalah pengawasan keamanan pangan di seluruh rantai penyediaan MBG; edukasi kepada penyelenggara, termasuk SPPG, mengenai keamanan dan ketahanan pangan; dan mitigasi risiko untuk mencegah kasus keracunan.

Tiga mandat lainnya mencakup rekognisi dan sertifikasi dapur SPPG bersama pemerintah daerah, investigasi cepat jika terjadi insiden keracunan, dan surveilans nasional berbasis risiko terhadap potensi bahaya keamanan pangan.

“Dengan Perpres ini, landasan hukum kami semakin kuat. Semua tugas yang sebelumnya melalui MoU kini memiliki payung hukum jelas,” ujar Taruna kepada wartawan di Solo, Sabtu, 6 Desember 2025.

Fokus pada Lokasi Berisiko Tinggi

Dengan lebih dari 30 ribu SPPG yang tersebar di Indonesia, Taruna mengatakan BPOM mengandalkan surveilans berbasis risiko. Dua fokus utama yang diperkuat adalah lokasi dengan riwayat keracunan sebagai prioritas mitigasi dan daerah berisiko tinggi, terutama sentra produk pangan lokal seperti ikan dengan potensi histamin tinggi.

“Kami memastikan lokasi dengan risiko terbesar menjadi prioritas. Mitigasi ini dua arah, mengevaluasi kejadian sebelumnya dan memetakan potensi ancaman baru,” katanya.

BPOM juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Badan Pangan Nasional, serta pemerintah daerah untuk memastikan investigasi dan pengawasan berjalan optimal.

Strategi Penggunaan Bahan Lokal

Di sisi lain, BPOM mendorong SPPG menggunakan bahan pangan lokal. Hal itu menjadi salah satu strategi penting untuk menjamin keamanan pangan. Bahan lokal dinilai lebih mudah diawasi, terutama untuk komoditas berisiko seperti ikan yang memiliki potensi histamin tinggi.

Taruna mengatakan pengalaman dari kasus-kasus keracunan sebelumnya menjadi pelajaran berharga untuk memperketat standar keamanan pangan MBG. “Kami ingin memastikan setiap makanan dan minuman yang diterima anak-anak aman dan memenuhi standar kualitas. Ini pekerjaan besar, tapi mulia untuk masa depan bangsa,” tuturnya.

Dampak Ekonomi dari Program MBG

Sebelumnya, Wali Kota Solo Respati Ardi juga mendorong pengelola SPPG berbelanja kebutuhan dapur untuk makan bergizi gratis di pasar-pasar tradisional. Jika kebijakan itu dilakukan semua SPPG, ia memperkirakan perputaran uang masuk dari program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu untuk Solo pada tahun 2026 bisa mencapai Rp 380 miliar.

Menurut Respati, perputaran uang untuk kebutuhan operasional dapur SPPG sangat besar dan berpotensi memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku UMKM, khususnya pedagang pasar tradisional. Apabila arah kebijakan ini berjalan optimal, akan ada perputaran ekonomi signifikan yang masuk ke pasar tradisional Solo dari program MBG.

“Kalau tepat, 2026 itu akan ada sekitar Rp 380 miliar masuk melalui MBG di Solo,” ujar Respati di Solo, Selasa, 2 Desember 2025.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan