BPS: Ekspor CPO dan Baja Naik, Batu Bara Turun Januari-Agustus 2025

admin.aiotrade 01 Okt 2025 4 menit 16x dilihat
BPS: Ekspor CPO dan Baja Naik, Batu Bara Turun Januari-Agustus 2025


Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa ekspor beberapa komoditas unggulan nonmigas, seperti Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit, besi dan baja, mengalami peningkatan selama periode Januari hingga Agustus 2025. Namun, ekspor batu bara pada periode yang sama justru mengalami penurunan.

Habibullah dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (1/10), menyampaikan bahwa nilai ekspor besi dan baja naik sebesar 10,24 persen secara kumulatif. Sementara itu, nilai ekspor batu bara turun sebesar 20,99 persen secara kumulatif. Ekspor CPO dan turunannya juga meningkat sebesar 35,23 persen.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Tiga negara utama tujuan ekspor nonmigas Indonesia pada periode Januari hingga Agustus 2025 adalah China, Amerika Serikat (AS), dan India, dengan kontribusi sebesar 41,82 persen dari total ekspor nonmigas.

Ekspor ke China mencapai USD 40,44 miliar, didominasi oleh besi dan baja, bahan bakar mineral, serta nikel dan produknya. Komoditas besi dan baja mencatatkan kenaikan tertinggi ke China, yaitu sebesar USD 1,79 miliar.

Sementara itu, ekspor ke AS tercatat sebesar USD 20,60 miliar, terutama dari mesin dan perlengkapan elektrik, pakaian beserta aksesoris, serta alas kaki. Mesin dan perlengkapan elektrik menjadi komoditas yang mengalami kenaikan tertinggi senilai USD 1,02 miliar.

Ekspor ke India mencapai USD 12,59 miliar, dengan komoditas utama bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati, serta besi dan baja. Namun, komoditas bahan bakar mineral mencatatkan penurunan nilai ekspor non-migas terdalam ke India, yaitu minus USD 1,33 miliar.


Habibullah menjelaskan bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2025, total nilai ekspor Indonesia mencapai USD 185,3 miliar atau meningkat sebesar 7,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai ekspor migas tercatat sebesar USD 9,04 miliar atau turun sebesar 14,14 persen. Sementara itu, nilai ekspor nonmigas naik sebesar 9,15 persen dengan nilai sebesar USD 176,09 miliar.

Menurut Habibullah, peningkatan nilai ekspor nonmigas secara kumulatif terutama didorong oleh sektor industri pengolahan dan pertanian. Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan nilai ekspor nonmigas Januari hingga Agustus 2025 dengan andil sebesar 12,26 persen.

Faktor Penyebab Peningkatan Ekspor Nonmigas

Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan ekspor nonmigas antara lain:

  • Peningkatan permintaan global
    Permintaan akan komoditas seperti besi dan baja, CPO, serta bahan bakar mineral meningkat di pasar internasional, terutama dari tiga negara utama, yaitu China, AS, dan India.

  • Dukungan dari sektor industri pengolahan
    Sektor industri pengolahan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ekspor nonmigas. Hal ini menunjukkan bahwa produksi dalam negeri semakin efisien dan mampu memenuhi permintaan ekspor.

  • Perbaikan infrastruktur dan logistik
    Perbaikan infrastruktur transportasi dan logistik memungkinkan proses ekspor menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga memperkuat daya saing produk lokal di pasar internasional.

Tren Ekspor Berdasarkan Komoditas

Berikut adalah tren ekspor berdasarkan komoditas utama:

  • Besi dan baja
    Nilai ekspor besi dan baja meningkat sebesar 10,24 persen secara kumulatif. Kenaikan ini terutama didorong oleh permintaan dari China dan AS.

  • Crude Palm Oil (CPO)
    Ekspor CPO dan turunannya naik sebesar 35,23 persen, menunjukkan meningkatnya permintaan akan produk kelapa sawit di pasar internasional.

  • Batubara
    Meskipun ekspor batubara mengalami penurunan sebesar 20,99 persen, hal ini bisa disebabkan oleh pergeseran kebijakan energi di beberapa negara tujuan ekspor.

  • Komoditas pertanian lainnya
    Selain CPO, komoditas pertanian seperti bahan bakar mineral dan lemak serta minyak nabati juga mencatatkan peningkatan ekspor, terutama ke pasar Asia.

Peran Negara Tujuan Ekspor

Negara-negara tujuan ekspor memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekspor Indonesia. Berikut rincian ekspor ke tiga negara utama:

  • China
    Ekspor ke China mencapai USD 40,44 miliar, dengan besi dan baja sebagai komoditas utama. Kenaikan ekspor ke China mencerminkan hubungan dagang yang kuat antara kedua negara.

  • Amerika Serikat
    Ekspor ke AS tercatat sebesar USD 20,60 miliar, dengan mesin dan perlengkapan elektrik sebagai komoditas yang mengalami kenaikan tertinggi.

  • India
    Ekspor ke India mencapai USD 12,59 miliar, namun terdapat penurunan pada komoditas bahan bakar mineral.

Kesimpulan

Peningkatan ekspor nonmigas selama Januari hingga Agustus 2025 menunjukkan bahwa sektor ekonomi Indonesia terus berkembang, khususnya di bidang industri pengolahan dan pertanian. Dengan dukungan dari pasar internasional dan peningkatan kapasitas produksi, Indonesia dapat mempertahankan pertumbuhan ekspor yang positif di masa depan.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan