MANADO
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengadakan sosialisasi pelaksanaan Sensus Ekonomi tahun 2026 (SE2026) untuk para media di wilayah Sulut, pada Senin (15/2). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menjelaskan pentingnya sensus ekonomi yang akan dilakukan oleh BPS.
Kepala BPS Provinsi Sulut, Aidil Adha, menyampaikan bahwa SE2026 sangat penting diketahui oleh berbagai pihak. Ia menekankan bahwa sensus ini akan menjadi gambaran terkini tentang tren perekonomian di Indonesia, termasuk di wilayah Sulut. Menurutnya, keberhasilan SE2026 tidak hanya bergantung pada BPS, tetapi juga memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk media.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Aidil menyoroti peran besar media dalam menyebarkan informasi mengenai SE2026 kepada masyarakat. Ia menyatakan bahwa dengan keterlibatan media, masyarakat akan lebih mudah memahami tujuan dan manfaat dari sensus tersebut. Data yang dihasilkan dari SE2026 nantinya akan digunakan oleh pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat secara luas. Hal ini dapat mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan strategis.
"SE2026 akan memberikan gambaran tentang tren perekonomian terkini, yang bisa membantu pelaku usaha dalam mengidentifikasi peluang dan tantangan bisnis di masa depan," ujar Aidil.
Selain itu, Sulut akan menjadi basis rebasing BPS, yaitu pengambilan data terkait Produk Domestik Bruto (PDB) yang hasilnya akan lebih akurat, relevan, dan mencerminkan struktur perekonomian saat ini. Dengan demikian, data yang diperoleh akan lebih tepat dan dapat menjadi dasar kebijakan yang lebih efektif.
Lebih lanjut, Aidil menjelaskan bahwa SE2026 juga akan memberikan analisis yang mendalam. Beberapa aspek yang akan ditinjau meliputi ekonomi lingkungan, ekonomi digital, dan ekonomi kreatif. Dengan adanya analisis ini, SE2026 diharapkan mampu memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai kondisi ekonomi daerah.
Terdapat tiga indikator kesuksesan SE2026, yaitu Berkualitas, Bermakna, dan Berdampak. Pertama, Berkualitas merujuk pada tingkat respons yang tinggi, cakupan yang lengkap, serta akurasi dan relevansi data yang mampu menggambarkan kondisi ekonomi secara utuh. Kedua, Bermakna berarti data yang dihasilkan akan bermanfaat bagi perencanaan dan evaluasi pembangunan, serta menjadi masukan untuk berbagai pihak yang membutuhkan.
Terakhir, Berdampak mengacu pada harapan bahwa SE2026 dapat meningkatkan perekonomian daerah. Dengan data yang akurat dan mutakhir, kebijakan pembangunan akan lebih berbasis pada fakta yang nyata. Selain itu, potensi ekonomi daerah yang dipetakan dari hasil SE2026 diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Dengan penyelenggaraan SE2026, BPS berkomitmen untuk memberikan data yang dapat diandalkan dan bermanfaat bagi seluruh pihak terkait. Hal ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa perekonomian daerah dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan.