BPS: Harga Bawang Merah Melonjak di Atas Harga Pasar

admin.aiotrade 08 Des 2025 3 menit 12x dilihat
BPS: Harga Bawang Merah Melonjak di Atas Harga Pasar

Peningkatan Harga Bawang Merah di Berbagai Wilayah Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya kenaikan harga komoditas bawang merah di sebagian besar wilayah Indonesia. Pada pekan pertama Desember 2025, kenaikan harga terjadi di 76,67 persen wilayah atau sekitar 276 kabupaten/kota. Hal ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa rata-rata harga bawang merah nasional pada periode tersebut telah melebihi harga acuan pembelian (HAP). Menurutnya, kenaikan harga bawang merah mencapai sekitar 11,12 persen dibanding November 2025. "Saat ini, rata-rata harga bawang merah sudah berada di atas harga acuan penjualan," ujarnya dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang disiarkan secara daring.

Rincian Harga Bawang Merah Nasional

Harga rata-rata nasional bawang merah pada pekan pertama Desember 2025 adalah Rp 45.163 per kilogram. Angka ini meningkat dari harga bulan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 40.642 per kilogram. Batas HAP konsumen untuk bawang merah adalah sebesar Rp 41.500 per kilogram. Dengan demikian, harga saat ini jauh melampaui batas tersebut.

Peningkatan harga bawang merah terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Secara spasial, hampir semua daerah ditandai dengan warna kuning dan orange yang menunjukkan adanya kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) untuk komoditas bawang merah.

Pertumbuhan Wilayah yang Mengalami Kenaikan Harga

Jumlah kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan harga bawang merah semakin bertambah. Pada pekan kedua November 2025, kenaikan hanya terjadi di 176 kabupaten/kota. Jumlah ini meningkat menjadi 196 pada pekan ketiga dan 216 pada pekan keempat.

Kenaikan harga bawang merah juga terjadi di beberapa wilayah dengan tingkat kenaikan yang sangat tinggi. Beberapa daerah mencatatkan harga tertinggi hingga Rp 100.000 per kilogram, sedangkan harga terendah tercatat sebesar Rp 25.000 per kilogram.

Daerah dengan Harga Tertinggi dan Kenaikan IPH Terbesar

Beberapa kabupaten dengan harga bawang merah tertinggi berada di Provinsi Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Daerah-daerah tersebut antara lain Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Intan Jaya, dan Kabupaten Pegunungan Bintang.

Selain itu, ada beberapa kabupaten dengan kenaikan IPH terbesar. Kabupaten Tanah Datar mencatatkan perubahan indeks harga sebesar 63,58 persen, diikuti oleh Kabupaten Nias dengan kenaikan 61,84 persen, serta Kabupaten Serdang Bedagai dengan kenaikan IPH sebesar 60,40 persen.

Dampak dan Tindakan yang Diperlukan

Kenaikan harga bawang merah yang signifikan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi masyarakat, terutama bagi kalangan yang bergantung pada bahan pokok ini. Diperlukan langkah-langkah strategis untuk mengendalikan inflasi dan menjaga ketersediaan pasokan bawang merah di pasar.

Pemerintah dan lembaga terkait perlu memperkuat koordinasi dalam memantau fluktuasi harga dan mengambil tindakan cepat jika diperlukan. Selain itu, penting untuk meningkatkan produksi lokal dan memastikan distribusi yang merata agar tidak terjadi kelangkaan atau kenaikan harga yang tidak terkendali.

Dengan pemantauan yang lebih intensif dan kebijakan yang tepat, diharapkan kondisi harga bawang merah dapat stabil dan tidak memberatkan masyarakat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan