
Peran Pers dalam Mendukung Sensus Ekonomi 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menekankan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai alat untuk memetakan perekonomian daerah. Hasil dari sensus ini akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan mengidentifikasi potensi wilayah yang ada.
Untuk itu, Kepala BPS Lampung, Ahmadriswan Nasution, mengajak seluruh insan pers di Lampung untuk berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan SE2026. Ajakan ini disampaikan dalam sebuah workshop bertajuk "Upaya Peningkatan Literasi Statistik Bagi Jurnalis dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026", yang digelar di Aula BPS Lampung pada Rabu (10/12/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ahmadriswan menjelaskan bahwa SE2026 adalah kegiatan nasional yang bertujuan untuk memotret keseluruhan aktivitas ekonomi, mulai dari perusahaan besar hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di pelosok desa. Data yang dihasilkan akan menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan memetakan potensi daerah.
Sensus ini direncanakan akan dilaksanakan mulai Mei hingga Juli 2026. Ahmadriswan memastikan bahwa sensus ini tidak memiliki kaitan dengan pajak, penilaian untung-rugi usaha, atau tujuan penegakan hukum. Tujuannya murni untuk perencanaan pembangunan dan penguatan ekonomi nasional.
"Melalui pesan ini diharapkan para pelaku usaha tidak merasa khawatir dan bersedia memberikan data dengan apa adanya," tegasnya.
Pentingnya Komunikasi Data dalam Jurnalisme
Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah, yang juga menjadi narasumber dalam workshop tersebut, menyoroti pentingnya data BPS bagi jurnalisme yang membutuhkan keterbukaan informasi. Namun, Wira menyebut bahwa data dapat kehilangan makna tanpa adanya komunikasi data yang cepat, baik, dan jelas.
"Oleh karena itu, BPS tidak hanya perlu memublikasikan angka, tetapi juga harus menjelaskan dan memastikan data tersebut mudah dipahami," jelasnya.
Pemimpin Redaksi Warta Lampung, Adian Saputra, yang juga menjadi narasumber kegiatan, menegaskan peran jurnalis dalam menghidupkan angka statistik yang dihasilkan BPS. Ia menilai bahwa statistik itu angka, sehingga perlu diceritakan agar lebih hidup.
"Statistik itu angka, sehingga kita perlu menceritakannya agar lebih hidup," ujarnya. Adian menambahkan bahwa hasil Sensus Ekonomi akan sangat membantu jurnalis dalam menyajikan laporan yang lebih "hidup" dan berbasis data, misalnya saat membuat profil mendalam mengenai pelaku UMKM.
"Kalau hanya angka, dia kering. Tapi ketika jurnalis turun langsung ke lapangan dan menggabungkannya dengan hasil sensus, narasinya punya gigi, punya taring," tegasnya.
Adian juga menambahkan bahwa pemanfaatan data sensus oleh media akan memperluas perspektif publik.
Sinergi antara BPS dan Media
Lebih lanjut, Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution mengajak seluruh insan pers dan semua unsur masyarakat menjadikan Sensus Ekonomi 2026 sebagai momentum penguatan ekosistem ekonomi daerah dan mendorong kemajuan Lampung.
"BPS Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus menyediakan data yang berkualitas, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan. Mari kita terus bersinergi untuk memajukan negeri melalui data dan informasi yang berkualitas," pungkasnya.