BPS: Lebih dari Separuh Populasi IKN adalah Gen Z dan Milenial

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 29x dilihat
BPS: Lebih dari Separuh Populasi IKN adalah Gen Z dan Milenial


Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan hasil terbaru dari pendataan penduduk di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahun 2025. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa penduduk IKN sebagian besar terdiri dari generasi Z dan Generasi Milenial.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh BPS, jumlah penduduk di wilayah delineasi IKN mencapai 147.427 jiwa atau sekitar 43.293 rumah tangga. "Penduduk IKN didominasi oleh generasi Z dan Generasi Milenial yang secara keseluruhan mencapai lebih dari setengah populasi Ibu Kota Nusantara," ujar Amalia dalam paparannya di kantor BPS pada Selasa, 16 Desember 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Komposisi penduduk ini menunjukkan bahwa IKN memiliki potensi penduduk produktif yang besar. Hal ini sangat penting untuk mendukung pembangunan kota baru yang modern dan dinamis.

Dari segi kelompok usia, penduduk IKN pada tahun 2025 didominasi oleh penduduk usia produktif, yaitu mereka yang berusia antara 15 hingga 64 tahun dengan proporsi sebesar 67,91 persen. Jika dibandingkan dengan penduduk usia non-produktif, rasio ketergantungan umur di IKN mencapai 47,25 persen.

Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif di IKN menanggung sekitar 47 hingga 48 penduduk usia non-produktif. Amalia menilai angka ini sebagai bonus demografi yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kota.

Dari segi jenis kelamin, penduduk IKN lebih banyak laki-laki. "Hal ini mungkin disebabkan oleh banyaknya pekerja konstruksi bangunan yang datang ke IKN," ujar Amalia.

Selain itu, sekitar 4 dari 10 penduduk IKN merupakan migran seumur hidup. Artinya, mereka lahir di luar wilayah IKN. Sementara itu, sekitar 6 persen penduduk IKN adalah migran recent, yaitu penduduk yang 5 tahun lalu tinggal di luar wilayah IKN atau baru saja pindah ke IKN dalam waktu kurang dari 5 tahun.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komposisi Penduduk IKN

Beberapa faktor utama yang memengaruhi komposisi penduduk IKN meliputi:

  • Kemajuan pembangunan infrastruktur: IKN sedang dalam proses pembangunan yang intensif, sehingga menarik banyak tenaga kerja, terutama dari kalangan pekerja konstruksi.
  • Akses layanan publik: Ketersediaan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan perumahan yang baik menjadi daya tarik bagi penduduk.
  • Kebijakan pemerintah: Kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan IKN juga turut memengaruhi aliran penduduk.

Dampak Bonus Demografi terhadap Pembangunan IKN

Bonus demografi yang terjadi di IKN memberikan peluang besar untuk meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk usia produktif yang cukup besar, IKN dapat membangun fondasi yang kuat untuk masa depan. Namun, hal ini juga menuntut kesiapan dalam menyediakan lapangan kerja, pendidikan, dan layanan kesehatan yang memadai.

Peran Migran dalam Pertumbuhan Penduduk IKN

Migran, baik seumur hidup maupun recent, berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan penduduk IKN. Mereka membawa keberagaman budaya, pengetahuan, dan keterampilan yang bisa diterapkan dalam pembangunan kota. Selain itu, migrasi juga memperkaya struktur sosial dan ekonomi IKN.

Tantangan yang Dihadapi IKN

Meskipun IKN memiliki potensi besar, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan, seperti:

  • Ketersediaan sumber daya: Memastikan pasokan air bersih, listrik, dan transportasi yang memadai.
  • Perencanaan tata kota: Menyusun tata kota yang efisien dan ramah lingkungan.
  • Pengelolaan sampah dan limbah: Mengelola limbah secara berkelanjutan agar tidak merusak lingkungan.

Dengan data yang telah dipublikasikan, IKN memiliki dasar yang kuat untuk menjadi kota yang berkembang pesat dan berkelanjutan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan