
Persiapan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pangandaran
Badan Pusat Statistik (BPS) tengah mempersiapkan pelaksanaan sensus ekonomi yang akan berlangsung pada tahun 2026. Sensus ini bertujuan untuk melakukan pendataan seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia, terutama untuk memperbarui basis data nasional pasca-pandemi, termasuk di Kabupaten Pangandaran.
Sensus ekonomi akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Kegiatan ini mencakup berbagai sektor usaha, kecuali pertanian, jasa pemerintahan, pertahanan, dan kegiatan rumah tangga. Informasi ini disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar di Kantor BPS Kabupaten Pangandaran pada Jumat, 5 Desember 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dinas Perhubungan, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), Kementerian Agama, Poltek Kelautan dan Perikanan, serta media. Acara ini dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara BPS dan pihak-pihak terkait.
Sosialisasi Sebelum Pelaksanaan Sensus
Menurut Kepala BPS Kabupaten Pangandaran melalui Ketua Tim Statistik Distribusi Yudi M Nur Rakhmatillah, sebelum pelaksanaan sensus, sosialisasi akan dilakukan di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah agar masyarakat lebih memahami pentingnya sensus ekonomi dan prosedur yang akan dilakukan.
Rekrutmen Petugas Sensus
Adapun rekrutmen petugas sensus akan dilaksanakan pada Maret 2026. Calon petugas yang akan ditempatkan di Kabupaten Pangandaran harus memiliki domisili di wilayah tersebut. Sebanyak sekitar 300 orang akan dilatih menjadi petugas sensus ekonomi.
”Untuk calon petugas sensus ekonomi diutamakan orang yang tinggal di wilayah masing-masing,” ujar Yudi.
Syarat utama untuk menjadi petugas sensus ekonomi, menurut dia, adalah memiliki domisili di wilayah masing-masing, memiliki handphone (HP) yang akan ditentukan oleh BPS, berusia maksimal 50 tahun, dan memiliki pendidikan minimal sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA).
”Karena pada saat pelaksanaan sensus, akan menggunakan CAPI (computer-assisted personal interviewing), saat wawancara,” tambahnya.
Harapan BPS kepada Masyarakat
Dalam pelaksanaan sensus nanti, Yudi berharap masyarakat mendukung secara luas dan menerima petugas sensus yang akan mendatangi usaha-usaha yang ada di wilayah Pangandaran. Ia juga berharap masyarakat memberikan keterangan mengenai kondisi atau situasi usaha yang sebenarnya.
Proses Pelaksanaan Sensus
Sensus ekonomi akan dilakukan dengan metode wawancara langsung oleh petugas yang telah dilatih. Penggunaan teknologi seperti CAPI akan memastikan data yang dikumpulkan akurat dan efisien. Selain itu, petugas akan diberikan alat komunikasi seperti HP untuk memudahkan koordinasi selama proses pelaksanaan.
Tantangan dan Persiapan
Meskipun persiapan sudah dimulai, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya sensus. Oleh karena itu, BPS akan terus meningkatkan sosialisasi dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait.