
Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia Tahun 2025
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada tahun 2025 mencapai angka 75,90. Angka ini menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya yang berada di kisaran 75,02. Peningkatan ini menjadi bukti bahwa upaya pembangunan manusia di Indonesia terus berjalan dengan baik dan terarah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menko PMK, Pratikno, menyambut baik hasil laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut. Ia menekankan bahwa peningkatan IPM tidak hanya berupa angka, tetapi juga merupakan hasil kerja keras masyarakat luas. Guru-guru yang mengajar dengan sabar, tenaga kesehatan yang bekerja tanpa lelah, serta keluarga-keluarga yang berjuang untuk masa depan anak-anaknya, semuanya berkontribusi dalam pencapaian ini.
Kebijakan Pembangunan Manusia yang Terarah
Peningkatan IPM di berbagai komponen seperti harapan hidup, harapan lama sekolah, hingga pengeluaran riil per kapita menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan manusia dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Menurut Pratikno, ketika kebijakan antar-sektor saling terhubung dan saling memperkuat, maka hasilnya akan terlihat dalam kualitas hidup masyarakat yang semakin baik.
“Ini adalah makna sebenarnya dari koordinasi pembangunan manusia,” ujar Pratikno.
Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Capaian Nyata
Pratikno mengklaim bahwa peningkatan IPM ini sejalan dengan hasil nyata dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Di bidang pendidikan, revitalisasi 16.698 sekolah dan madrasah serta digitalisasi pembelajaran melalui distribusi 124.253 unit Interactive Flat Panel (IFP) telah memperluas akses dan mutu pendidikan.
Di bidang kesehatan, layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjangkau 45,5 juta warga dan skrining massal TBC memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit.
Tantangan Pemerataan Pembangunan Manusia
Meskipun capaian ini bisa disebut menggembirakan, Pratikno menegaskan bahwa pemerintah tetap memberi perhatian penuh pada tantangan pemerataan pembangunan manusia. Kemenko PMK terus mengarahkan koordinasi lintas sektor untuk memperkuat daerah-daerah dengan IPM yang masih tertinggal.
“Masih ada wilayah yang perlu kita dorong bersama, namun arah kita sudah jelas, yaitu menuju Indonesia yang makin setara, sehat, dan cerdas,” ujar Pratikno.
Kesenjangan IPM di Beberapa Wilayah
Data BPS menunjukkan bahwa kesenjangan masih terlihat di beberapa wilayah, terutama di lima provinsi dengan IPM terendah. Lima provinsi tersebut adalah Papua Pegunungan (54,91), Papua Tengah (60,64), Papua Barat (68,48), Papua Selatan (69,54), dan Nusa Tenggara Timur (69,89).
Menyikapi hal ini, Pratikno memastikan bahwa Kemenko PMK akan memperkuat peran koordinatifnya agar program-program prioritas pemerintah lebih efektif menjangkau masyarakat di wilayah tersebut.
Tujuan Membangun Indonesia yang Lebih Baik
“Capaian ini menjadi pijakan penting untuk berlari lebih kencang. Sesuai arahan Presiden, pembangunan harus berpusat pada manusia. Tugas kami adalah memastikan setiap kebijakan benar-benar menghadirkan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” tutup Pratikno.