Brasil Ingin Jadi Anggota ASEAN, Miliki "Wajah" yang Mirip

admin.aiotrade 25 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Brasil Ingin Jadi Anggota ASEAN, Miliki "Wajah" yang Mirip

Presiden Brasil Ingin Jadi Anggota Penuh ASEAN

Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, menyatakan bahwa negaranya sedang berupaya menjadi anggota penuh Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Pernyataan ini disampaikan oleh Lula pada Jumat (24/10/2025) setelah ia bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn di Jakarta. Langkah ini dianggap sebagai bentuk komitmen Brasil untuk memperkuat hubungan politik, ekonomi, dan kerja sama lintas kawasan dengan Asia Tenggara.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Komitmen Baru Brasil di Asia Tenggara

Kunjungan Lula ke Sekretariat ASEAN di Jakarta menandai langkah diplomatik penting bagi Brasil. Ia menegaskan bahwa negaranya memiliki "wajah dan semangat" yang mirip dengan negara-negara ASEAN dalam hal pembangunan dan solidaritas ekonomi. "Kita memiliki wajah seperti negara-negara ASEAN dan kita ingin menjadi anggota penuh ASEAN," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Brasil saat ini berstatus sebagai Mitra Dialog Sektoral ASEAN sejak 2023 — satu-satunya negara Amerika Latin yang memiliki status tersebut. Sebelumnya, Brasil juga menjadi negara pertama dari kawasan itu yang menandatangani Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) pada 2011, serta mendirikan Misi Brasil untuk ASEAN pada 2023.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan keinginan serius Brasil untuk memperdalam kerja sama politik dan multisektoral dengan Asia Tenggara, termasuk di bidang perdagangan, investasi, dan isu lingkungan.

Momentum Ekonomi Positif

Dalam pidatonya, Lula menyoroti bahwa ekonomi Brasil sedang menunjukkan performa kuat, dengan pertumbuhan di atas 3 persen selama dua tahun berturut-turut — capaian yang terakhir kali terjadi pada 2010. Ia ingin menjadikan momentum tersebut sebagai daya tarik bagi investor dan memperluas ekspor Brasil ke pasar Asia Tenggara yang memiliki populasi lebih dari 680 juta jiwa tersebut.

"Saya berniat untuk terus membawa keberuntungan bagi Brasil," ujarnya. "Itulah mengapa saya terus melakukan perjalanan untuk melihat apakah kita dapat meningkatkan perdagangan dan menarik lebih banyak investasi ke Brasil," imbuh Lula.

Undangan ke COP30 di Brasil

Selain membahas kerja sama ekonomi, Lula juga mengundang ASEAN untuk berpartisipasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi Pemimpin Dunia COP30 yang akan digelar di kota Belem, negara bagian Para, pada 6–7 November mendatang. ASEAN akan memiliki paviliun sendiri dalam perhelatan COP30 dan berencana membentuk kelompok negosiasi khusus untuk memperkuat posisi bersama dalam isu perubahan iklim.

Partisipasi Perdana di KTT ASEAN dan EAS

Dari Jakarta, Lula melanjutkan kunjungannya ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN serta East Asia Summit (EAS). Kehadiran Lula menandai pertama kalinya seorang presiden Brasil berpartisipasi dalam KTT ASEAN, menegaskan arah baru diplomasi Brasil yang lebih aktif di kawasan Asia Pasifik.

KTT tersebut juga akan membahas kemungkinan perluasan keanggotaan ASEAN, termasuk Papua Nugini yang saat ini berstatus observer dan telah menyatakan minat bergabung. Saat ini, ASEAN memiliki 10 negara anggota tetap, yakni Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan